Minut – Polres Tomohon menggelar Operasi Pekat di tiga kecamatan yakni Airmadidi, Dimembe dan Kauditan, Sabtu (21/03/2015) yang dimulai sekitar pukul 20.00 Wita.
Sesuai pantauan wartawan di lapangan Mapolres Minut, Koordinator Operasi AKP Ferry Manoppo SE, didampingi para Kasat, Kapolsek Airmadidi, Kapolsek Dimembe dan Kapolsek Kauditan, memberi materi kepada sedikitnya 100 anggota Polres/polsek.
Usai bagi tugas, tim gabungan dibagi tiga Kecamatan yakni 3 titik yaitu Kecamatan Airmadidi, Kauditan dan Dimembe di bawah pimpinan msing-masing Kapolsek dan para kanit lantas secara serempak memulai operasi.
Di Kecamatan Airmadidi, aparat gabungan yang terdiri dari Intel, Reskrim, Satlantas, Samapta dan Sabhara, menggelar razia di depan Toko Istana (depan Kurnia Motor) sejak pukul 20.25 Wita.
Untuk tim gabungan Ops Kecamatan Kauditan, aparat terkonsentrasi di Perempatan Kauditan, Manado, Kema dan Bitung.
Sedangkan Kecamatan Dimembe, konsentrasi di perempatan Jalan SBY, menggelar pemeriksaan serupa dengan Airmadidi.
Satu kejadian cukup nekad terjadi dalam Operasi Pekat malam itu.
Beberapa pemuda pengendara beberapa sepeda motor jenis matic, Kawasaki Ninja dan Kawasaki FU, beberapa kali menerobos barikade aparat dengan gas untuk menabrak aparat sehinggas mau tidak mau aparat pun menepi.
Di perempatan Matungkas juga ternyata terjadi hal yang sama dan diduga kuat pelakunya adalah para pemuda yang sama.
Namun, jika di Kecamatan Airmadidi para pemuda begal motor mencari gara-gara, sebaliknya di perempatan jalan SBY mereka lebih nekat lagi.
Para pengendara yang tidak memakai helm, tiba-tiba mengarahkan sepeda motor mereka untuk menabrak beberapa aparat yang dipimpin.
Untung saja Kapolsek Dimembe AKP Rustam Antuke bisa mengelak, sehingga dirinya lolos dari upaya menabrak beberapa pemuda begal tersebut.
Namun saking kencangnya beberapa pemuda itu memacu sepeda motornya, seorang anggota Satlantas Polres Minut berinisial MK sempat diserempet sehingga terjengkang, dan salah satu sepeda motor yang oleng, pemuda yang dibonceng pemuda bernama Ando Sumakul yakni bernama Fellix DS (23), terjatuh dan digelandang aparat ke Mapolres Minut untuk diproses hukum.
Sedangkan dua pemuda yang beberapa menit kemudian kembali mengebutkan kendaraan sambil berteriak memaki aparat, tanpa mereka sadar mereka sudah dibuntuti anggota Buser yang tahu persis tempat tinggalnya.
Mereka pun dijemput di kediaman masing-masing bersama satu (1) unit sepeda motor yang dipakai mereka, di hadapan orang tua mereka.
Tiga pemuda yang gila-gilaan tersebut ternyata sudah dalam keadaan mabuk karena mengkonsumsi minuman keras yang menurut pengakuan mereka, miras itu jenis Cap Tikus.
Ketiga pemuda mabuk itu masing-masing bernama Kristian Kiroyan (19) warga Perum Matungkas Jaga III dan Noval Dunggio (16) alias Victor warga yang sama, Fellix DS (23), warga yang sama.
Sedangkan salah satunya bernama Ando Sumakul (pengendara yang menabrak Anggota Satlantas Brigadir MK), masih dalam pencarian aparat.
Menurut pengakuan salah satu orangtua para pemuda yang ditemui wartawan di Mapolres Minut, pemuda bernama Ando Sumakul adalah anak seorang aparat.
“Ayahnya aparat yang tugas di Minahasa, rumah mereka tempat para pemuda minum sampai mabuk-mabukan dan selalu bikin ribut. Kami sering menegur, tapi diacuhkan,” keluh seorang ibu yang minta namanya dirahasiakan dengan alasan takut di intimidasi ayah dari pemuda bernama Ando Sumakul itu.
Kapolres Minahasa Utara AKBP Djoko Wienartono SIK melalui Kabag OPS AKP Ferry Manoppo SE membenarkan peristiwa itu.
Ketiga pemuda telah didata, diberi pembinaan, setelah orangtua mereka datang menjamin, mereka pun di ijinkan pulang dengan syarat, saat dipanggil untuk di proses lebih lanjut, mereka harus datang.
“Ada beberepa pertimbangan, salah satunya, mereka dijamin keluarga agar tidak melarikan diri, kemudian, mereka juga masih bekerja bahkan salah satunya masih sekolah dan duduk di Kelas III SMK (Kelas Ujian),” ujar Manoppo Minggu 22 Maret 2015.(ecanamangge)



















