
Manado – Setelah melewati perdebatan yang alot, panitia Pemilihan Nyong dan Nona Manado akhirnya menetapkan 12 pasang finalis yang akan mengikuti proses karantina.
“Kami panitia bersama juri sudah melakukan rapat yang cukup alot sebab sempat ada sedikit debat. Akhirnya kami bisa memilih yang terbaik 12 pasang untuk jadi finalis,” jelas Abdiel Bajen selaku panitia pelaksana.
Semua hasil tes yang sudah dijalani oleh para peserta dikumpulkan dan disimpulkan bersama, mulai dari hasil tes wawancara, tes kesehatan, dan hasil psikotes. “Kami sangat susah menentukan sebab banyak kandidat, misalnya memiliki kepintaran namun jatuh di kesehatan atau sebaliknya. Juga, misalnya di psikotes. Itulah yang membuat kami serius membahas,” jelasnya.
Menurutnya, 12 pasang finalis tersebut sudah dilihat hasilnya di koran. “Setelah itu pada hari Rabu (25/6), para finalis datang ke gedung serba guna Kantor Wali Kota Manado, sekitar pukul 08.00 Wita untuk mengikuti temu teknis (technical meeting), dan persiapan finalis untuk tahapan selanjutnya,” ujar dia.
Osella Pudi, satu di antara peserta perempuan sangat bersyukur bisa lolos menjadi finalis. Ia menilai usaha yang dilakukannya sejak awal tidak sia-sia.
“Jelas sangat senang. Saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, kemampuan dalam berbagai hal akan ditingkatkan, membekali diri dengan pengetahuan, dan pastinya memberikan penampilan terbaik,” katanya.
Lolos menjadi finalis, Osella harus membagi waktu dengan kuliahnya. “Dosen memberikan keleluasaan kepada saya untuk mengikuti ajang ini, makanya saya akan gunakan sebaik mungkin, dan sudah mendapat dukungan orangtua juga,” kata mahasiswi Universitas Sam Ratulangi Manado ini.(tcm)




















