Minut – Kabar gembira untuk masyarakat Likupang Barat. Warga tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke pusat kota Minahasa Utara untuk melakukan transaksi jual beli bahan kebutuhan sehari-hari. Dalam waktu dekat pemerintah akan membangun pasar tradisional di Desa Sonsilo.
Lahan sudah tersedia di sana, tinggal dilakukan pembangunan. Namun masih menunggu proses tender terhadap proyek tersebut.
“Kami sudah selesai melakukan tender terhadap proyek pembangunan pasar tradisional tersebut, dan memang untuk tahun ini, hanya satu proyek tersebut untuk pembangunan pasar tradisional,” jelas Rivino Dondokambey, Kepala Disperindagkop Minut.
Proyek pasar tradisional ini bernilai hingga miliaran rupiah. “Dana untuk pembangunan pasar tradisional tersebut Rp 1,3 miliar, dan itu sudah tertata di APBD, makanya kalau sudah bisa dilaksanakan, secepatnya,” kata dia.
Dijelaskannya, pada lokasi pasar tradisional akan dibuat beberapa tempat, seperti los untuk bahan kering, los basah, juga akan dilengkapi tempat parkiran yang cukup luas.
“Pembangunan ini dilakukan untuk melancarkan jalur perdagangan serta meningkatkan perekonomian daerah Likupang, dan mempermudah masyarakat untuk menjual hasil alam mereka,” jelasnya.
Melki warga Likupang menyambut baik rencana pembangunan tersebut, sebab bisa membantu masyarakat untuk menukarkan hasil alam mereka dengan uang, atau membeli barang kebutuhan yang lain. Warga tak perlu lagi datang ke Airmadidi.
“Lokasinya sangat baik juga dekat dengan pelabuhan, akses jalan bagus, dan akan sangat membantu warga, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk menjual hasil alam, tapi tinggal datang ke pasar untuk dijual, nanti dari Airmadidi yang datang membeli di pasar tradisional tersebut,” jelasnya.
Namun ia mengharapkan agar pemerintah serius untuk membangun tempat tersebut, jangan hanya sekadar wacana saja.”Jangan sampai setelah dibangun, hanya terbengkalai saja, dan menjadi proyek yang sia-sia, menghabiskan uang rakyat saja,” jelasnya.
Pemkab harus melakukan sosialisasi, serta menyiapkan pedagang yang siap ditempatkan di pasar tersebut. “Supaya pas buka, pasar bisa jalan, dan bertahan terus digunakan, tidak hanya sekali atau dua kali saja,” katanya.
Ia menambahkan, Pemkab juga perlu melakukan sosialisasi, sehingga nantinya banyak warga yang datang, dan belanja hasil alam yang dijual oleh masyarakat, serta otomatis perokonomian mereka bisa lebih baik. (eca)























