Minsel,-Orang Tua murid Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Amurang, kembali mengeluhkan soal pelayanan pendidikan. Apriska Paula yang didampingi suaminya Zainuddin Hassan saat menghubungi Selasa (12/08/2014) , mengungkapkan bahwa dirinya beserta keluarga menilai pendidikan yang ada di SMA 1 Amurang tersebut, belum memenuhi standar, yang ada hanyalah dendam. Betapa tidak pihak sekolah dinilai gagal membina anak didik.
“Bayangkan anak saya, tidak diberi nilai oleh salah satu oknum guru, Cuma lantaran tersinggung saat anak saya menulis sesuatu di Twitter. Memang apa yang ditulis anak saya ini lantaran sakit hati dengan perlakukan yang ditunjukkan Oknum Guru ini. Nah tanggal 20 Juni 2014, saya dihubungi walikelas Xl untuk menerima raport, selanjutnya saya menemui walikelas dirumahnya. Nah disitu saya diberitahukan bahwa anak saya naik kelas namun harus pindah sekolah, katanya itu susah sesuai dengan hasil rapat orang tua murid, hal ini saya bertanya-tanya, dan dijawab bahwa ada satu mata pelajaran yang tidak diberi nilai oleh Guru fak Ekonomi pak Kumayas namanya,” ujar dia.
Lanjut dia, alasan tidak memberi nilai pada Rapor anaknya tersebut, hanya lantaran tersinggung dengan tulisan di Twitter. “Memang masalah ini sudah dibicarakan dan menurut saya sudah selesai, kenapa lantaran nilai itu anak saya tak bisa naik kelas Xll.
“Mo nae mar harus pindah sekolah, dengan alasan macam-macam, saya tidak terima perlakuan ini, kemudian tanggal 16 Juli 2014saya mendatangi kantor Dikpora Minsel, ketemu dengan pak Wol Sondakh dan saya disarankan untuk menemui Kepsek, agar masalah ini diselesaikan disekolah saja. Besoknya saya kembali ketemu dengan ibu Kepsek, ibu Clara Umbas, namun ibu Umbas kembali hanya menyarankan kami untuk menyelesaikan masalah ini dengan Guru Bidang Study (Kumayas)”.
Nah dari pembicaraan dengan Pak Kumayas, saya kemudian diarahkan untuk selesaikan persoalan ini, dengan Guru BK. Agar Crai (panggilan anaknya) tidak mengulangi perbuatannya mencaci maki guru di Twitter. Dan akhirnya anak saya tetap tidak naik kelas, dalam arti kembali pada keputusan rapat. Pada tanggal 4 Agustus, suami saya kemudian datang untuk mempertanyakan hal ini, tetap jawaban mereka tidak memuaskan kami,” kata dia.
Tak putus asa, dirinya kembali bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Minsel Hendry Lumapow SH. “ Sarannya juga tetap, kembali ke Kepsek. Dan tetap hasilnya juga sama kembali kepada keputusan rapat, boleh naik kelas namun harus pindah sekolah lain,” tutup dia.
Setelah ditelusuri lebih dalam siswi Appriska Askama saat diwawancarai wartawan Koran ini, mengatakan alasan dirinya menulis sesuatu tentang Guru Kumayas, lantaran dinilai kelakuan oknum guru ini sudah menyakiti hatinya. “Dia bilang pa kita, kyapa tidur di kelas, ada Dinas Malam? Ini berlanjut saat kita di Kantin koperasi, mner Kumayas bilang kita so nyanda prawan, itu no kong kita momake akang pa mner di Twitter,” kata dia polos.
Ditempat terpisah Kepsek SMA 1 Amurang Dra Clara Umbas yang didampingi Wakepsek Drs A Lambone. Keduanya mengatakan bahwa keputusan yang diambil pihak sekolah sudah bulat. “Anak didik ini tetap dipindahkan, ini sudah merupakan keputusan yang diambil dalam rapat. Pertama anak didik ini, telah melakukan tindakan yang tercela, dengan mengumbar nama baik Guru di media sosial. Kalu bilang Cuma dia yang tidak naik kelas, ada sekitar 20-an siswa yang nyanda nae klas. Lantaran nilai nyanda mencapai KKM. Torang so bantu pa dia, dengan menaikkan nilai agar boleh nae klas,” kata Umbas yang turut diiyakan Lambone.
Lanjut Umbas, alasan dia mendapat nilai dibawa KKM, lantaran siswi Apriska ini, sering keluar kelas saat jam belajar berlangsung, sering bolos. “ Bukang Cuma itu dia juga sering ba pajak pa depe teman-teman. Memang tidak etis untuk mengungkapkan ini, karena ini tanggung jawab kami, tapi apa mau dikata, sekolah kami sudah dilapor dimana-mana, LSM-lah, Ombudman-lah, ke Dinaslah, bayangkan pernah tiga hari dia tidak masuk sekolah, setelah dicek Cuma ada pigi mendaki Gunung dia, diakan ini anak pindahan dari Rexmundi Manado, torang so terima, tapi begitulah akhirnya,” ujar Umbas, sembari mengatakan Rabu (hari ini), dirinya akan menghadap Ombudman untuk masalah ini.
Laporan: Jufan Dissa




















