
Tomohon – Pelaksanaan Pembukaan Sidang Sinode ke-77 Tahun di Auditorium Bukit Inspirasi (ABI)Tomohon, sukses digelar. Diawali dengan ibadah pembukaan Sidang yang dipimpin oleh Khadim Pdt.P.M.Tampi,S.Th, M.Si dan Liturgis Pdt.Junisar Watulangkou,S.Th. Ibadah diiringi pula oleh persembahan tari-tarian tradisional seperti kelompok Kolintang SMA Kristen I Tomohon, Kelompok Tari SMP Kristen Woloan Kolintang SD GMIM IV
Tomohon, Tim musik Chamber, Tim Kolektan dan Paduan Suara Solafide Tinoor serta UNIMA Choir.
Setelah ibadah dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia SMS ke-77 Jimmy F.Eman,SE.Ak yang dalam sambutannya mengatakan Sidang Majelis Sinode Sinode merupakan sangat istimewa terutama melayani hamba-hamba Tuhan dengan harapan akan menjadi persembahan yang terbaik yang nantinya juga akan menghasilkan Badan Pekerja Majelis Sinode yang amanah dan takut akan Tuhan. Eman juga mengapresiasi kehadiran Menteri Agama dan Menteri Perhubungan serta Gubernur dan undangan lainnya.
Ketua Umum PGI Persekutuaan Gereja-Gereja di Indonesia Pdt.DR.Andreas Yewangoe dalam sambutannya mengucapkan selamat bersidang kepada seluruh peserta seiring dengan tema pelaksanaan sidang saat ini yaitu ‘Tuhan Mengangkat Kita Dari Samudera Raya” (Mazmur 7 : 20b) dan Sub Tema “Dalam Solidaritas Dengan Sesama Anak Bangsa Kita Tetap Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila Guna Menanggulangi Kemiskinan, Ketidakadilan dan Radikalisme serta Kerusakan Lingkungan”.
Yewangoe juga menyentil motivasi pelayanan dimana pejabat-pejabat dalam gereja berlomba-lomba bukan untuk melayani tetapi untuk dilayani,para pejabat gereja yang terpilih nanti harus melayani bukan dilayani. Beliau mengajak seluruh warga Gereja untuk menyalurkan hak suaranya alias tidak golput,jangan memilih berdasarkan agama tetapi pilihlah mereka yang berkomitmen terhadap pelayanan kepada kemajuan bangsa, pilih partai yang bukan pelanggar hukum, pilih mereka-mereka yang mampu memperjuangkan yang kebebasan umum dalam beragama, pilihnya yang peduli pada pelestarian alam dan lingkungan terutama dengarlah hati nurani.
Selanjutnya Gubernur Sulut S H Sarundajang dalam sambutannya mengatakan GMIM merupakan salah satu gereja yang mandiri dan inklusif dan melakukan terobosan-terobsan penting dan strategis. Dengan harapan kedepan gereja mampu menjalankan peran sebagai saluran berkat Allah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dimana gereja merupakan sarana untuk mempersatukan jemaat. Beliau juga mengajak seluruh jemaat untuk mensukseskan Peilu 2014 dengan berpolitik secara santun, jangan politik mencerai beraikan kita.
Selanjutnya Menteri Agama Drs.Surya Dharma Ali, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa sejarah dan jejak leluhur memberikan motivasi yang penting bagi GMIM saat ini dan merupakan pelajaran berharga bagi generasi penerus, saya sendiri merasa bangga dengan GMIM. Sidang ini nantinya menjadi momentum penting dalam menghasilkan kebajikan moral sekaligus dalam menentukan GMIM ke depan lewat renstra, pengambilan keputusan serta pemilihan ketua sinode dan BPMS.
Beliau juga menyinggung kerukunan umat beragama di Indonesia yang dinamis sehingga menjadi kewajiban kita semua untuk selalu menjaga dan memelihara kerukunan tersebut. Walaupun kerukunan ini kadang dipengaruhi oleh kipas angin dan kompor. Pada kesempatan tersebut Menteri Agama juga menyerahkan bantuan bencana kepada 45 gereja, 28 mesjid, 4 gereja katolik dan 6 Vihara. Puncaknya yakni menteri membuka sidang majelis sinode secara resmi dengan ditandai pemukulan tetengkoren. Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Perhubungan E E Mangindaan, rombongan kementerian agama, para pendeta dan pelayan khusus serta peserta peninjau dari beberapa Negara.(Maria Wolajan)





















