Bitung – Sungguh terlalu. Itulah kalimat yang pas bagi pemerintah kota Bitung. Pasalnya, biaya untuk pemeliharaan rutin ruang kerja Sekretaris Kota (Sekkot), Drs Edison Humiang MSi dalam setahun mencapai Rp 200 Juta.
Itu berarti tiap bulannya, kas daerah dalam hal ini APBD Kota Bitung tahun 2013 ini, dalam setiap bulannya harus mengeluarkan dana belasan juta rupiah hanya untuk pemeliharaan ruang kerja sekkot yang mewah. Jumlah tersebut berdasarkan data yang tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sekretariat daerah, APBD tahun 2013.
Menanggapi akan hal ini, aktifis generasi muda, Raymond Lilir mengatakan, petinggi pemkot Bitung sudah tidak punya hati nurani. Mengingat kesejahteraan masyarakat justru makin terpuruk.
“Sangat ironis ini. TPP guru sertifikasi dihapus dengan alasan belanja pegawai terlalu tinggi. Tapi kenapa hanya untuk pemeliharaan ruang kerja sekkot bisa mencapai ratusan juta rupiah. Apakah TPP sekkot yang mencapai puluhan juta rupiah tiap bulan masih kurang ?,” kata Lilir.
Sementara itu, pejabat terkait seperti kepala Badan Pengelola Keuangan, Frangky Sondakh maupun Sekkot Drs Edison Humiang, hingga berita ini diturunkan, belum dapat dikonfirmasi.














