Mitra-Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) lewat Bagian perekonomian sekertariat daerah (Setda) menanggapi mengenai masih adanya hutang terhadap pihak Bulog.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kabag perekonomian setda Mitra, Ferry uway yang mengaku mengenai masalah beras miskin (raskin) tahun 2015,dimana pihak pemkab masih meninggalkan utang di pihak Bulog
” Memang masih ada yang harus diselesaikan dengan pihak bulog hal ini juga disebabkan karena masih ada desa-desa dan kelurahan yang belum menyelesaikan kewajiban mereka mengenai raskin” terang uway di ruangannya.
Dirinya juga melanjutkan terjadinya hutang ini akibat menumpuknya stok raskin di Mitra di tahun 2015 lalu dimana yang biasanya perbulan sekali namun distribusi menjadi 14 kali di tahun lalu,” biasanyakan setiap bulan sekali, namun di akhir 2015 ada pemasukan raskin beruntun dari pihak bulog, yakni raskin 13 dan 14 di bulan oktober dan desember,sehingga terjadi penumpukan dan menjadi utang pemkab” terangnya.
Namun lanjut uway dimana pihaknya sudah berusaha untuk menekan hal tersebut, karena jika tidak diselesaikan akan berpengaruh pada distribusi raskin di tahun 2016 ini,” saat ini hutang pemkab sudah mulai menurun dimana bulan januari lalu masih berkisar seratus jutaan lebih, namun sudah dilakukan pembayaran sehingga sudah berkurang, dan kami sudah berkordinasi dengan pihak bulog mengenai data tunggakan sehingga kami jamin akan secepatnya terselesaikan karena sangatlah berpengaruh pada kelancaran distribusi raskin” jelas uway.(Alfian Jay)




















