Minut – Wilayah Minahasa Utara saat ini tengah mengembangkan banyak sektor untuk memajukan daerah mereka, mengarah ke dua bidang yaitu perumahan dan pertanian.
“Dua itu memang yang menjamur di Minut,” jelas Hanny Tambani, Kepala Bappelitbang Minut.
Tapi yang paling bersemangat untuk berkembang adalah jasa perumahan tersebut, terbukti saat ini sudah ada puluhan Perumamahan yang dibangun di tanah dengan julukan kabupaten kelapa ini.
“Akses mudah, dan kalau wilayah Bitung kan mulai padat, pun dengan Manado, makanya banyak yang ke Minut untuk melakukan pembangunan, juga memang lantaran potensinya yang cukup bagus,” jelasnya.
Menurutnya, ada beberapa lokasi yang sudah menjadi lokasi untuk perumahan di antaranya Kecamatan Talawaan, Kalawat, Airmadidi, dan Kauditan. “Perumahan dibangun rata-rata 259 unit ke atas,” kata dia.
Menurutnya, pembangunan sah-sah saja dilakukan selama masih sesuai dengan jalur aturan RTRW, dan tidak mengganggu KKOP. “Kalau mengganggu, dan tidak sesuai dengan Perda yang kami tolak,” ujar dia.
Terbukti menurutnya, ada empat perusahaan yang terpaksa harus ditolak lantaran tidak sesuai dengan RTRW, baik lokasi yang ditentukan ataupun aspek pertimbangan lain, sehingga tidak bisa diterima.
“Ada perusahaan air kemasan, perusahaan peternakan, pariwisata, dan ada satu perusahaan lagi yang kami tidak bisa terima, lantaran memang tidak sesuai dengan RTRW, makanya kami terpaksa tolak, bukan lantaran kami tidak mau,” jelasnya.
Dijelaskannya, dari pembangunan dan pengembangan yang dilakukan, ternyata berpengaruh pada peningkatan perekonomian khususnya di wilayah Minut.
“Kami targertkan 7,25 persen, namun tahun 2013 sudah bisa mencapai 7,01 persen, mudah-mudahan tahun depan bisa menungkat sesuai targetnya,” jelas dia.
Namun menurutnya, saat ini potensi untuk pertanian mulai melemah, bahkan dikalahkan dengan perkembangan bidang jasa, sehingga memang sangat diperlukan upaya untuk meningkatkan kembali.
“Kami akan melakukan berbagai cara yang sudah kami persiapkan, terutama sosialisasi kepada masyarakat, supaya potensi pertanian kita tidak terus melemah,” katanya. (eca)



















