TTomohon – Sekretaris Kota Tomohon Arnold Poli menegaskan pemerintah akan konsisten untuk menertibkan pemukiman, maupun tempat usaha yang dibangun tanpa izin di ruas jalan Manado-Tomohon. Hal itu dilakukan pemerintah untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lagi, akibat bencana longsor seperti yang terjadi Rabu (15/1) lalu, dimana ada 6 warga Tomohon yang meninggalย akibat tertimbun longsor.
“Semua rumah maupun tempat usaha yang dibangun di ruas jalan Manado-Tomohon yang tak memenuhi syarat akan ditertibkan, tak terkecuali termasuk rumah Presiden pun jika ada akan disikat. Sebab, pemerintah lebih memprioritaskan keselamatan warga, ketimbang membiarkan warga mengumpulkan banyak pendatapan, tapi nyawa yang menjadi taruhan,” kata Poli, Sebelum langkah penertiban dilakukan, pemerintah kata Poli terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari munculnya resitensi yang bisa timbul. “Pemerintah juga mengerti di lokasi tersebut memang strategis untuk berusaha, makanya akan dilihat lagi mana yang layak dan tidak. Sebab, pemerintah tidak mau sibuk-sibuk lagi jika sudah terjadi bencana dan menimbulkan korban, tapi harus ada tindakan pencegahan mulai dari sekarang,” ungkapnya.
Ruas jalan Manado-Tomohon sendiri kata dia hingga kini masih jadi primadona bagi warga, tak hanya untuk melintas, tapi juga berjualan baik itu buah-buahan, usaha tampal ban, hingga rumah makan, dan hotel. “Pemerintah akan memastikan dulu ruas jalan tersebut benar-benar siap digunakan baru akan dibuka. Minimal untuk sebagian jalan yang amblas, harus diperlebar dulu agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin. Jadi, dibutuhkan juga kesabaran dari masyarakat, sebab ruas jalan ini sangat rawan terjadi longsor,” tegas Poli.
Sejumlah warga kini mulai meninggalkan rumah yang dibangun di pinggir ruas jalan Manado-Tomohon, yang biasa digunakan untuk berusaha misalnya menjual buah-buahan untuk menghidupkan ekonomi keluarga. Sebab, mereka berpikir keselamatan lebih penting ketimbang mendapatkan untung banyak, tapi beresiko menjadi korban jika bencana tiba-tiba datang.(Maria Wolajan)





















