Pusat Kuliner Tomohon Butuh Banyak Sentuhan

Pusat Kuliner masih belum bisa menarik antusias warga
Pusat Kuliner masih belum bisa menarik antusias warga

Tomohon – Mulai beroperasinya Pusat Kuliner di pusat Kota Tomohon lebih menggairahkan aktivitas Kota Bunga ini. Gagasan yang kemudian ditindaklanjuti Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tahun 2013 lalu ini memberikan banyak keuntungan dari segi ekonomi dan pariwisata. Namun lepas dari semua itu, Pusat Kuliner ini masih butuh banyak penyempurnaan.

Sartje Ngala, salah satu pedagang makanan saat diwawancarai, Senin (02/06) mengungkapkan dari segi keuntungan, belum seberapa karna aktifitas jual beli di Pasar Kuliner ini belum terlalu ramai.

“Pembeli mulai ramai sekitar pukul 15.00 wita. Tapi itu pun tidak setiap hari,” ungkap Ngala.

Ia mengungkapkan keuntungan yang didapat dari hasil jualannya masih relatif. Namun dirinya optimis ke depan, Pusat Kuliner ini bisa menguntungkan.

“Satu hal yang harus diperbaiki Pemkot Tomohon yakni alur lalu lintas saat Pusat Kuliner dibuka. Masih ada saja kendaraan seperti motor yang menerobos masuk. Kesannya tempat ini tak tertib,” lanjutnya.

Lain halnya dengan Nova Palit, salah satu pembeli yang diwawancarai. Menurutnya, penataaan dari para penjual ini harus ditata kembali.

“Kalau kita lihat di kota-kota lainnya yang dikenal dengan ikon wisata kulinernya seperti Yogyakarta, di setiap tenan penjualan, disediakan tempat untuk makan. Tapi di sini, belum semuanya. Jadi menurut saya, penataan pusat kuliner ini harus kembali ditata,” kata Palit.

Begitu pun dengan sarana penunjang lainnya seperti fasilitas toilet dan tempat parkit.

“Dua fasilitas ini sangat penting. Jangan melulu soal kuliner-nya tapi toilet dan tempat parkir memadai juga diperlukan,” tukas Palit.

Kadis Koperasi dan UKMK Pemkot Tomohon, Drs Ronny Lumowa saat dimintai tanggapan mengenai hal mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi untuk membenahi Pusat Kuliner ini.

“Penataan pedagang memang masih sementara dilihat dan diuji coba, di mana titik yang tepat. Begitu pun soal sarana toilet dan tempat parkir yang sudah disediakan di dekat Pusat Kuliner ini, namun memang masih disempurnakan,” terang Lumowa.

Satu hal yang penting juga yang digenjot Pemkot Tomohon yakni soal sosialisasi kepada masyarakat luas soal pengoperasian ikon wisata ini.

“Soal ketertiban penggunaan ruas jalan di kawasan ini, dikoordinasikan dengan instansi terkait, dalam hal ini Dishub Tomohon. Intinya Pemkot Tomohon terus melihat di celah mana yang harus disempurnakan,” tandas Lumowa. (Maria Wolajan)

Tinggalkan Balasan