Sejumlah Calon Ketua Lingkungan H2C Usai Jalani Wawancara

MANADO- Sejumlah Calon Ketua Lingkungan Kota Manado yang mengikuti tahapan seleksi tahun 2025, mulai dilanda harap-harap cemas (H2C).
Apalagi setelah melewati tahapan seleksi ujian digital Google Form, Senin (21/07/2025) kemarin dan seleksi tahapan wawancara Selasa, (22/07/2025) hari ini.
“Masih ada rasa was-was yang kami alami. Karena belum tahu hasil akhir yang diterima. Apakah terpilih atau tidak,” ungkap salah satu Calon Ketling saat ditemui wartawan.
Diketahui, sebanyak 1.240 peserta Calon Ketling yang mengikuti tes ujian digital dan wawancara yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado.
Tentunya, tahapan ini menjadi penentu calon Ketling yang akan lulus terpilih dan dinilai layak memimpin suatu lingkungan di Kota Manado.
“Hari ini dilakukan tes wawancara, setelah sebelumnya peserta mengikuti ujian digital lewat Google Form. Wawancara ini adalah tahapan akhir,” kata Sekretaris Panitia Seleksi, Rollies Rondonuwu.
Hanya saja, dari 1252 peserta yang lolos berkas, ada 7 peserta yang harus gugur otomatis karena belum memenuhi syarat usia minimal.
“Sesuai aturan, usia calon Ketua Lingkungan minimal 30 tahun per 1 Agustus 2025. 7 peserta tidak memenuhi syarat ini,” ucap Rollies.
Dari pantauan, proses wawancara ini dilakukan langsung Camat dari 11 Kecamatan di Kota Manado. Masing-masing bertindak sebagai assesor bagi peserta dari wilayahnya.
“Wawancara dimulai sejak pukul 09.00 pagi, dibuka oleh Ketua Panitia Pak Julises Oehlers. Durasi setiap wawancara menyesuaikan jumlah peserta per Kecamatan,” katanya.
Rollies menegaskan, pihaknya berharap seluruh tahapan wawancara berjalan lancar hingga selesai.
“Kami berharap proses di semua Kecamatan bisa berjalan aman, tertib, dan menghasilkan calon – calon Ketua Lingkungan yang benar-benar berkualitas,” tetangnya.
Proses seleksi ini menjadi salah satu langkah penting Pemkot Manado dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih dekat dan responsif terhadap masyarakat di tingkat lingkungan.
“Kita tunggu siapa yang akan lolos dan siap mengabdi,” tandasnya.
Pelaksanaan tes wawancara akhirnya rampung juga setelah berlangsung selama 12 jam nonstop, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA.
Setiap peserta diwawancarai langsung oleh camat dari wilayah masing-masing. Yang menarik, Kecamatan Mapanget tercatat sebagai penyumbang peserta terbanyak, yakni 171 orang.
Camat Mapanget, Deysi Kalalo, saat ditemui menyampaikan proses seleksi wawancara berjalan lancar meski cukup menyita waktu.
“Memang lumayan makan waktu, karena dari Kecamatan Mapanget ada sekitar 171 peserta. Tapi semua yang ikut rata-rata sudah paham tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua Lingkungan,” ujarnya usai seleksi wawancara.
Menurut Kalalo, pelaksanaan wawancara berjalan sukses dan para peserta menunjukkan kesiapan mereka untuk terjun langsung membantu pemerintahan di tingkat lingkungan.
“Kami berharap ke depan proses seleksi bisa lebih efisien. Dan bagi yang lulus nanti, semoga bisa kerja lebih semangat, mendukung program pemerintah serta mewujudkan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota,” tambahnya.
Menariknya, Kalalo juga memberikan semangat bagi peserta yang belum berkesempatan lolos.
“Jangan berkecil hati, masih ada waktu dan kesempatan lain. Tetap bantu pemerintah, dan mudah-mudahan bisa lulus di seleksi berikutnya. Semua ada waktunya,” tutupnya dengan senyum.
Kini, publik menanti siapa saja yang akan lolos tahap wawancara dan siap memimpin lingkungan masing-masing untuk periode mendatang.(yanes)

Tinggalkan Balasan