
Tomohon – James Kojongian, Ketua Komisi B DPRD Kota Tomohon menegaskan pihaknya akan mengawal penuh permintaan para sopir bus agar ada penertiban taksi gelap yang dilakukan secara terpadu oleh pemerintah dan Polri, demi terjaganya kamtibmas yang lebih kondusif di daerah ini.
“DPRD akan kawal masalah penertiban taksi gelap ini oleh instansi terkait agar dapat tuntas. Jika belum juga tuntas, maka para sopir bisa lagi mengadu ke DPRD atau memberi tahu lewat telepon untuk diketahui persis apa masalahnya sehingga masih marak beroperasi di Tomohon,” tegas James saat memimpin rapat dengar pendapat bersama para sopir, pemerintah, dan Polri di ruang paripurna DPRD Kota Tomohon, Kamis (30/01).
Ia mengungkapkan memang perlu ada pencegahan dan penindakan tegas terhadap operasi taksi gelap, yakni dengan membubarkan pangkalan kecil yang hadir di tempat-tempat tertentu setiap harinya. “Karena dari informasi taksi gelap ini sudah ada pangkalan khusus, maka harus dibubarkan. Cek juga jika ada kehadiran perusahaan angkutan baru, apakah sah atau tidak agar tak meresahkan masyarakat termasuk sopir bus ini,” tuturnya.
Paulus Sembel, Ketua Komisi A DPRD Kota Tomohon mengungkapkan untuk menindak taksi gelap memang tidak mudah, sebab harus tertangkap tangan oleh aparat berwajib. “Kebanyakan yang naik taksi gelap itu, hanya disinggah di jalan saja, jadi sulit memang untuk ditindak. Tapi, jika sudah ada terminal kecil, maka itu harus ditindak sebab yang namanya taksi gelap pasti illegal,” jelasnya.
Yang perlu dilakukan menurut Sembel adalah kesadaran tinggi masyarakat untuk tidak menggunakan jasa taksi illegal, namun perlu juga ada kesadaran dari sopir bus untuk memperbaiki pelayanan agar masyarakat mau untuk naik dan menggunakan jasa transportasi antar kota tersebut. “Sopir bus juga perlu ada pembenahan, misalnya memperbaiki fasilitas kendaraan yang masih kurang baik sehingga masyarakat betah untuk naik. Sebab, yang diinginkan masyarakat memang adalah kenyamanan, sehingga tak jarang meski kendaraan taksi yang beroperasi illegal mereka suka naik, karena fasilitasnya lebih mendukung,” tukasnya.(maria wolajan)





















