Steven Kandouw: APBD 2014, Kantor Penghubung Jakarta Dapat Rp 10 M

Komisi II DPRD Sulut saat membahas dan mengevaluasi APBD-P di Kantor Penghubung Jakarta.
Komisi II DPRD Sulut saat membahas dan mengevaluasi APBD-P di Kantor Penghubung Jakarta.

Jakarta – Komisi II DPRD Sulut yang dipimpin Steven Kandouw bersama Soenardi Soemanta, Bart Senduk, Felly Runtuwene dan Sudirman Hasan kunjungi kantor Badan Penghubung Pemprov Sulut di Jakarta untuk membahas Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2013 dan APBD tahun 2014, di Gedung Aerotel Kawanua Cempaka Putih Jakarta Timur.

Ketua Komisi II DPRD Sulut Steven Kandouw usai rapat mengatakan, pertemuan ini hanya membahas dan mengevaluasi program-program yang telah dikerjakan kantor Penguhubung serta rencana APBD 2014. “Mengevaluasi kinerja Kantor Penghubung dan bahas persiapan APBD 2014,” tuturnya.
Pembahasan lain, ungkap Kandouw, Kantor Penghubung ajukan penambahan dana guna memaksimalkan kinerja sesuai tupoksi yang akan meningkat di tahun 2014 serta mempromosikan Sulut.

“Kantor Penghubung ajukan anggaran 2014 sebesar 10 miliar. Anggaran itu masih wajar kalau dibanding kantor Penghubung Provinsi lain, diatas 14 M,” jelas Kandouw.

Hal senadapun diungkap Ir Jemmy Kuhu selaku Kepala Badan Penghubung, kehadiran Komisi II bahas rencana APBD-P kantor Penghubung serta peningkatan kesejahteraan pegawai sesuai regulasi yang ada.

Dalam APBD-P 2013, kantor Penghubung mendapat ketambahan dana sebesar 500 juta. Dana ini digunakan untuk peningkatan kinerja dan operasional serta BBM.

Kuhu bersyukur, mengenai pengajuan kendaraan operasional yang masih kurang mendapat respon dari Ketua Komisi II.
“Sebagai mitra kantor Penghubung, Komisi II sangat mendukung apa yang selama ini diajukan. Pengajuan penambahan kendaraan dinas diterima Komisi II. Tahun depan kita akan ketambahan satu kendaraan lagi,” ujarnya.

Diakui Kuhu, mobilitas kantor Penghubung sangat tinggi sehubungan tupoksi untuk melayani dan memfasilitasi pimpinan, legislatif, yudikatif dan masyarakat. “Kita ini seperti duta besar yang ada di luar negeri. Memperlancar tugas-tugas serta mempromosikan Sulut,” jelas Kuhu.

Terobosan yang akan dilakukan Kuhu di tahun 2014 mengenai promosi Sulut di berbagai pameran yang ada di Jakarta serta kegiatan-kegiatan didaerah lain. (patris pangaila)