Manado – Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah berimplikasi pada terbentuknya Dinas baru di lingkungan Pemprov Sulut. Salah satu dinas baru yang terbentuk yaikni Dinas Kebudayaan.
Terbentuknya Dinas Kebudayaan tak lepas dari peran Dirjen Otonomi Daerah Soni Sumarsono yang meyakini dinas ini akan menjadi kunci kebangkitan Sulut.
“Dinas Kebudayaan jangan dipandang sebelah mata, karena memiliki fungsi penting pembangunan Sulut ke depan,” kata dia.
Sumarsono berharap Kepala Dinas Kebudayaan akan dijabat oleh orang yang betul – betul paham budaya. “Dia harus punya cipta, rasa dan karsa, bisa mendorong pembangunan budaya yang masif serta sistematis,” kata dia.
Disebut Sumarsono, tugas pertama Kadis tersebut adalah membangun ornamen budaya di semua tempat umum di Sulut. “Di bandara harus ada ornamen budaya Sulut, begitupun di hotel, mall atau pusat perbelanjaan,” ujar dia.
Jika gagal, Sumarsono menegaskan, dinas tersebut bisa dilebur kembali dengan dinas pariwisata. “Harus ada gebrakan di bidang kebudayaan,” kata dia.
Menurut Sumarsono, survei membuktikan, 70 persen turis berkunjung ke sebuah daerah wisata karena budaya di tempat itu. Sisanya melihat laut serta objek wisata. “Makanya jika pariwisata Sulut ingin maju harus dipacu budayanya,” kata dia.
Sumarsono menyatakan, Bali dan Minangkabau adalah contoh daerah yang mendasarkan kemajuannya pada kebudayaan.
Turis yang berkunjung ke Bali akan disuguhkan budaya daerah yang kental namun penuh toleransi. “Orang mau ke bali adalah untuk lihat budaya masyarakatnya,” kata dia.
Dikatakan Sumarsono, menciptakan masyarakat sadar wisata adalah tugas berat lainnya dinas tersebut. Menurut dia, masyarakat Sulut belum masuk kategori sadar wisata.
“Kalau di Bali sana orang begitu paham dengan kebersihan, jika dompet turis hilang tak akan hilang, ini syarat utama daerah wisata,” kata dia.
Tonaas Laskar Manguni Indonesia Pdt Hanny Pantouw mengaku kehilangan Minahasa di Manado.
“Turun dari pesawat tak ada lagu kolintang, jalan – jalan di mall tak ada lambang burung Manguni,” kata dia.
Pantouw mengaku sudah merancang Perda Budaya. Rancangan Perda itu sudah disampaikan di Dewan Sulut. “Saya bangga karena pak Olly merespon baik Perda itu, Dewan juga demikian,” kata dia.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengaku sudah menyiapkan calon Kadis Kebudayaan. “Tentunya yang mengerti kebudayaan,” kata dia.




















