Tomohon – Suatu kebanggaan tersendiri disematkan untuk Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman SE Ak. Betapa tidak, setelah Berhasil memboyong Piala Adipura dan Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) bagi Kota Tomohon, Kini Eman tampil membawa nama Tomohon sebagai pembicara di International Conference on Biodiversity, Climate Change dan Food Security (BCCFS), di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung pada 2-4 Juli 2013.
Eman terpilih untuk membawakan materi dengan judul : Experience Sharing on Utilization of Local Genetics Resources for Prosperity.
Eman berhasil menyisihkan 59 Kepala Daerah lainnya karena dinilai memiliki kepedulian, perhatian khusus serta tindakan nyata di bidang tersebut.
Dalam pemaparannya pada para peserta, Eman memaparkan tentang pemanfaatan sumber daya genetik lokal dalam pembangunan florikultura di Kota Tomohon. Sumber daya genetik yang dimaksud adalah dua varietas bunga lokal yang sudah ditetapkan sebagai ikon Kota Tomohon yakni Bunga Krisan Kulo dan Krisan Ririh.
“Varietas Kulo dan Ririh tersebut memiliki beberapa karakter unggul di antaranya dapat tumbuh di lahan terbuka tanpa modifikasi hari panjang, menghasilkan bunga yang unik, bentuk dan tipe warna yang menarik, produktifitasnya tinggi serta bunga yang toleran terhadap hama dan penyakit,” urai Walikota saat mempresentasikan materi tersebut.
Tak lupa Eman mempromosikan iven Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pariwisata sebagai agenda nasional yang dilaksanakan setiap dua tahun.
Sementara itu pihak panitia yakni Dr Ir Budi Marwoto MS yang juga sebagai Peneliti Utama di Balai Penelitian Tanaman Hias menerangkan terpilihnya Eman karna dedikasinya yang konsistensinya untuk melestarikan serta memanfaatkan sumber daya genetik termasuk pengembangan Bunga Krisan Kulo dan Krisan Ririh di Kota Tomohon.
“Konferensi ini merupakan tindak lanjut atas kesepakatan internasional antar bangsa yang melestarikan sumber daya genetik. Konfrensi di Bandung ini merupakan pertemuan ke-3, di mana setiap negara mempresentasikan apa yang telah dilakukam terhadap kesepakatan tersebut,” terang Marwoto.
Dari informasi yang didapat, konferensi selanjutnya akan digelar di Oman, sekitar bulan September. Walikota Jimmy Eman pun mendapat kehormatan diundang sebagai peserta.
Hadir dalam seminar internasional ini para delegasi dari berbagai negara. Walikota sendiri menjadi narasumber di hari kedua dalam Parallel Sesion bersama tiga pembicara lainnya yakni Dr Bertrand Chao dari IRRI; Prof Sukha Lee dari Seoul University serta M Sabram dari BB Biogen. Parallel Sesion ini dipandu oleh Ketua Konfrensi, Dr Bhuwom Staphit dari Bioversity Internasional.




















