Wisata Kuliner Jadi Andalan Pemkot Tomohon

Tomohon – Pasca diresmikan Menteri Koperasi RI, DR Syarif Hassan, Pemkot Tomohon terus mematangkan keberadaan wisata kuliner yang berada di pusat Kota Tomohon.



Program yang terkenal dengan sebutan pedagang kaki lima (PKL) kuliner itu juga akan ada di pinggiran kota.


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tomohon, Ronny Lumowa mengatakan, PKL kuliner merupakan penunjang hadirnya menara Alfa Omega. Maka, program ini disebut juga PKL Kuliner Alfa Omega.


“Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan saat peresmian wisata kuliner menyumbang Rp 375 juta. Ia juga menyediakan satu paket sarana. Ada 50 gerobak dan satu kanopi,” ujarnya.


Lumowa menjelaskan Konsep yang dihadirkan ialah konsep Cina Town.


“Untuk makanan seperti mie bakso dan sejenisnya akan mendapat tempat tersendiri. Sedangkan untuk yang memakai bahan ikan juga mendapat tempat sendiri,” katanya.


Waktu operasi yang diberikan ialah mulai pukul 3 sore sampai enam pagi. Setelah itu semua harus berhenti beroperasi.


“Dengan demikian kami memiliki waktu untuk bisa langsung membersihkan,” ujarnya.


Yang mengelola kebersihan menurut Lumowa ialah Dinas Koperasi sendiri. “Dengan ini, kami juga memberdayakan lima puluh anggota koperasi termasuk mengawasi. Ada koperasi tertua di Indonesia yang hadir, yakni berdiri tahun 1929,” tuturnya.


Menurut Lumowa, semua ini akan membuat 1.132 UKM di kota Tomohon bisa berkembang, dan menyerap kurang lebih 30.113 tenaga kerja.


Walikota, Jimmy Eman mengatakan, Pemko Tomohon sudah mengantisipasi semua kemungkinan yang bisa terjadi terkait adanya wisata kuliner.


“Jika ada minuman keras yang dijajakan di tempat itu tentu akan diatur memiliki izin tersendiri,” katanya.


Mengenai kemungkinan berkembangnya bisnis pelacuran pekerja seks komersial (PSK), Eman menyebut akan mempertahankan kota Tomohon sebagai kota religius. “Tidak ada lokalisasi PSK,” ujarnya.


Adanya kemacetan juga sudah dipikirkan. Walau menurut Eman, kemacetan menjadi tanda kemajuan.

“Kami sudah memiliki lay out pembangunan. Ada kemungkinan juga pembangunan lahan parkir,” katanya.

Tinggalkan Balasan