Minut – Polemik di internal partai gerakan indonesia raya Minahasa utara, kini berpolemik. Bahkan, terinformasi sejumlah pengurus anak cabang Gerindra Minut, terancam diberhentikan dari kepengurusan. Hal ini sebagaimana dikemukakan Royke Rondonuwu Ketua PAC Gerindra Likupang Selatan, pada Kamis(25/09).
Menurut Rondonuwu, polemik di internal dewan pimpinan cabang (DPC) yang diketuai Herry Tombeng, berawal dari keputusan dewan pimpinan pusat (DPP), terhadap Shintia Rumumpe yang dipercayakan sebagai wakil ketua dewan sementara dari Gerindra di DPRD Minut. Sebelum pelantikan lalu dijelaskan Roy, kalau sempat terjadi penolakan oleh beberapa oknum PAC, karena menganggap SGR belum mampu menjadi pimpinan dewan. Namun demikian, kisruh awal sempat terdiam. Selang beberapa waktu kemudian, lalu sejumlah Ketua PAC memberikan pernyataan sikap kalau mereka mendukung SK DPP untuk menetapkan SGR sebagai wakil ketua dewan untuk didefitifkan.
“Pernyataan sikap ini, akhirnya mulai ada informasi kalau akan dilakukan pemecatan terhadap pengurua PAC,” jelasnya.
Royke menambagkan puncaknya, 6 PAC yang memenuhi undangan di jakarta oleh Ketua tim pemenangan Capres Gerindra Prabowo-Hatta, yang juga mantan Bupati Vonnie Panambunan, mereka terus mendapat tekanan kalau sampai melangkah di pesawat, akan langsung dicoret dari kepengurusan partai. “Sekembalinya kami dari menghadiri undangan, langsung diadakan rapat evaluasi yang dipimpin oleh ketua Herry Tombeng,” tuturya.
Dengan lantang, Royek menyebut kalau kisruh tersebut dibuat oleh ketua DPC Herry Tombeng. “Kami para PAC disidang seperti seorang penyidik yang akan memeriksa oleh ketua DPC,” terang Rondonuwo seraya menambahkan kalau sebagai kader, haknya sebagai pengurus untuk mengamankan SK DPP.
Awak media coba mendatangi sekertariat Gerindra Minut di Kelurahan Sarongsong, saat rapat dilarang untuk meliput rapat tersebut, karena hanya sebatas internal. Usai rapat internal, Stella Nona Rimporok salah satu dari ketua PAC yang kini dipercayakan sebagai ketua fraksi Gerindra Minut, membantah kalau rapat internal yang dilaksanakan karena ada kisruh di dalam internal.
Nona mengatakan, mendadaknya dilaksanakan rapat karena ada 2 hal penting sudah harus dibahas.
“Kami tidak ada masalah dalam internal. Sebagaimana yang beredar itu tidak benar. Karena tujuan dari rapat, untuk membahas rencana deklarasi hasil Rakernas pak Prabowo menjabat ketua umum partai Gerindra. Tak hanya itu, karena sekertariat Gerindra Minut saat ini statusnya masih sewa, sehingga ketua DPC pak Hertom menghibahkan lahannya untuk dijadikan kantor sebagai aset partai,” jelas Rimporok.(eca gops)



















