Minut – Rabu (08/10) menjadi momen yang sangat penting bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa dan PDAM Minut. Ini menyusul dengan diserahterimakannya semua aset PDAM Minut, yang oleh Bupati Minahasa Jantje Sajow kepada Bupati Minut Sompie Singal di Kantor Bupati Minut.
Direktur PDAM Minut Deybert Rooroh ST, kepada wartawan menjelaskan proses penyerahan ini sudah melalui beberapa tahapan yang berproses dengan didampingi BPKP dan pengecekan di Kementerian Keuangan yang termasuk hutang bawaan ketika Minut dimekarkan dari Minahasa.
“Aset PDAM ini memang berada di wilayah Minut. Tapi puji Tuhan semua sudah direncanakan dan hari ini (kemarin, red) kami bisa lewati proses ini walaupun masih ada tahapan selanjutnya untuk menindaklanjuti akan apa yang menjadi bagian kelengkapan administrasi PDAM Minut kedepan,” jelas Rooroh.
Di sisi lain dia menjelaskan soal utang PDAM Minut yang mencapai Rp6,4 Miliar.
“Tapi ini akan kami selesaikan agar tidak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” timpalnya.
Terkait pelayanan publik, lanjut Rooroh, saat ini penyaluran air ke pelanggan kurang maksimal akibat sering padamnya listrik dan turunnya debit air karena musim kemarau yang sampai skarang ini masih terus ada .
“Karena itu diminta bagi pelanggan agar berhemat air serta dapat memakluminya. Penyaluran air juga terhambat akibat sering padamnya listrik,” pungkas Rooroh.(eca gops)



















