Telusuri Laporan Pembabatan Liar, JWS Jelajahi Hutan Mahawu

Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, saat melakukan hiking di lereng Gunung Mahawu, Sabtu (06/12).
Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, saat melakukan hiking di lereng Gunung Mahawu, Sabtu (06/12).

Minahasa – Mengisi waktu libur, dan menindak lanjuti laporan masyarakat tentang adanya pembabatan hutan secara liar di lereng Gunung Mahawu, sekaligus menyalurkan hobby petualangnya dengan hiking, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Sabtu (06/12) kemarin, menjelajahi lereng Gunung Mahawu, melintasi Desa Kumelembuai dan menembus Desa Kembes, Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa.

Menemupuh perjalanan lebih dari 4 jam, JWS bersama seorang pengusaha nasional, Ronald Korompis dan rombongan lainnya menikmati jalan terjal, licin dan tanjakan dalam hutan Mahawu, ditambah hujan yang turun menambah serunya perjalanan tersebut sambil menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

JWS yang pernah menerima penghargaan Lencana Melati dari Kwarnas Pramuka oleh Presiden SBY tahun lalu ini mengatakan, keinginannya untuk kembali melakukan hiking di kaki Gunung Mahawu ini bertujuan untuk mencari tahu kondisi jalan dan hutan di sekitaran lereng Gunung Mahawu tersebut.

“Saya mendapat laporan bahwa ada pembabatan hutan secara liar di lereng Gunung Mahawu, selain itu ada informasi juga informasi bahwa ada masyarakat yang sudah mulai mengkapling hutan dan dijadikan perkebunan. Ketika kami tiba, ternyata laporan dan informasi masyarakat itu benar. Ada kayu yang sedang di tebang, ada yang sudah di bongkar untuk di tanami cengkih,” ujar JWS.

Dengan kondisi Mahawu yang seperti itu, dirinya kemudian berencana akan membangun pos pengamanan hutan dan akan menempatkan petugas kehutanan untuk menjaga hutan.

“Gunung Mahawu adalah gunung yang memiliki keindahan alam yang tiada duanya. Bila hutan ini dijaga dan dilestarikan tentu akan memberi keuntungan bagi masyarakat, karena bisa jadi lokasi hutan wisata. Tapi sebaliknya, bila hutan ini di bongkar, bukan membawa berkat melainkan sebaliknya, akan membawa bencana alam, banjir dan tanah longsor, seperti bencana yang terjadi 15 Januari 2014 lalu. Kita tidak ingin hal itu terulang lagi, karena itu hutan ini kita akan awasi ketat dan memberikan larangan menebang pohon atau alih fungsi lahan, sekaligus mensosialisasikan peraturan dan sanksi bagi pembabat hutan yang kedapatan membongkar hutan,” terang JWS.

Bupati pun kemudian memberikan apresiasi atas keikutsertaan pengusaha nasional Ronald Korompis yang berkenan mengikuti hiking ini meski diusianya yang telah diatas 70 tahun, sambil melihat berbagai potensi alam di Minahasa yang bakal dilirik dan dikembangkan oleh pemilik institusi pendidikan SMA dan SMP Lokon Tomohon dan objek wisata Bukit Doa Kelong di lereng Gunung Mahawu ini

“Saya mengharapkan juga para pejabat di Pemkab Minahasa dan masyarakat Minahasa umumnya dapat melakukan petualangan hiking seperti ini di saat hari-hari libur nanti, mengingat kegiatan seperti ini juga merupakan sarana olahraga yang murah dan sehat disamping untuk menyaksikan indahnya alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan