
Minut- Proyek akses jalan hot mix arah pariwisata bukit doa berbandrol Rp 1,5 Mliar yang dikerjakan oleh Karya Sejahtera kuat dugaan sarat dengan penyimpangan anggaran.
Pantauan wartawan pengaspalan jalan kategori hot mix sepanjang satu kilometer terkesan asal jadi bahkan lapisan aspal banyak yang hancur saat disentuh karena campuranya tidak sesuai dengan kualitas spek.
“Kami minta instansi terkait untuk melakukan penyelidikan terkait proyek akses jalan pariwisata bukit doa yang tidak sesuai spek,”ucap personil DPRD Minut Frederik Runtuwene.
Menurut Butjce sapaan akrabnya,sesuai pantauan kami dilapangan,proyek itu sarat dengan ketidakberesan. Dimana ,kualitas aspal mudah hancur saat disentuh padahal proyek itu baru dikerjakan bulan desember 2014 lalu.
“Sesuai pemantauan kami, proyek pengaspalan jalan itu dikerjakan malam hari,” koarnya.
Ketua Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (Lakri) Novry Ngare mendesak agar oknum kontraktor yang mengerjakan proyek itu ditindak tegas, sebab tindakan mereka sangat merugikan kepentingan masyarakat.
“Kejari dan Polres Minut diminta proaktif untuk menindaklanjuti laporan masyarakat,” tegasnya
Kejari Minut Ivan Paham Samosir SH ,MH melalui Kasie Intel Hendra Wijaya Kamal SH, membenarkan bahwa proyek pengaspalan jalan hot mix itu telah menjadi prioritas kejari. “Laporan masyarakat itu sudah masuk tahap penyelidikan,”ungkapnya.
Kepala Dinas PU Ir Stevenson Koloay,saat di mintai keterangan mengatakan, proyek pengaspalan jalan itu dikerjakan pada tahun 2014 lalu melalui dana APBD. “Proyek itu dikerjakan tahun 2014 lalu,” jelasnya. (ecagops)



















