Rumondor Tutup Kejurda Pencak Silat Sulut, Minahasa Juara Umum

Minahasa – Perhelatan kejuaraan daerah (Kejurda) Pencak Silat golongan dewasa yang diselenggarakan Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Sulawesi Utara, sejak Rabu 25 Maret lalu, di aula Wale Ne Tou Tondano, akhirnya ditutup pelaksanaannya oleh Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor SIK MSi, Jumat (27/03) tadi malam.

Dalam Kejurda yang melibatkan 9 Kabupaten/ Kota dan diikuti oleh 116 peserta serta didampingi 20 pelatih ini, Kabupaten Minahasa tampil sebagai juara umum I dengan perolehan 8 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu, disusul Kota Bitung pada urutan kedua dengan perolehan 3 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu, kemudian di peringkat ketiga Kabupaten Minahasa Utara dengan perolehan 2 medali emas, 4 perak dan 4 perunggu, yang kemudian disusul Kabupaten/ Kota lain.

Ketua Harian Pengda IPSI Sulut, Tito Sumampow mengaku bersyukur karena perhelatan Kejurda yang merupakan seleksi pra PON ini boleh berjalan sukses.

“Kami bertekad mengangkat kembali kejayaan olahraga Pencak Silat ini setelah cukup lama seperti redup. Diharap, Kejurda yang boleh terselenggara ini setelah 10 tahun tidak pernah dilakukan lagi, dapat melahirkan atlet-atlet terbaik Pencak Silat di Sulut untuk kemudian dapat membawa nama haru Sulut di kancah nasional maupun international seperti dahulu,” ungkap Sumampouw.

Sumampou berjanji, semua peserta yang meraih prestasi juara pada Kejurda ini akan diikutsertakan pada pra PON nanti, meski akan diseleksi lagi secara internal.

“Kemungkinan besar untuk peraih juara I, II dan III akan dikirim ke pra PON, untuk kategori semua kelas, sehingga kami meminta para atlet ini agar terus menjaga kondisi kebugaran dan terus berlatih,” ujarnya.

Terkait keberhasilan Kabupaten Minahasa yang boleh meraih juara umum I dalam Kejurda ini, Sumampouw yang adalah sponsor tunggal terlaksananya kegiatan ini mengaku bangga.

“Sebagai pengurus IPSI Minahasa, saya tentu bangga dengan apa yang yang sudah diraih atlet-atlet Minahasa. Tujuan kami akan mengangkat kembali Minahasa seperti beberapa tahun lalu dimana banyak atlet Minahasa seperti Edwin Rungkat dan Roy Maengkom yang mampu membawa nama Minahasa, Sulut bahkan Indonesia menjadi juara dunia Pencak Silat. Kedepan akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Minahasa dan seluruh kampung-kampung yang ada di Minahasa untuk menjaring atlet Pencak Silat ini,” kata Sumampou yang juga Ketua IPSI Minahasa ini, sembari menambahkan semoga tahun ini kejayaan Pencak Silat sulut boleh kembali.

“Hanya saja, sebagai pengurus IPSI Sulut, saya mau prestasi ini merata dirasakan Kabupaten/ Kota lain juga, sehingga target kami kedepan akan mengupayakan semua Kabupaten/ Kota di Sulut menghasilkan atlet-atlet Pencak Silat terbaik,” ujarnya lagi.

Sementara, AKBP Ronald Rumondor yang menutup kegiatan ini sangat mengapresiasi pelaksanaan Kejurda yang boleh berlangsung sukses ini.

“Pencak Silat merupakan olahraga budaya bangsa, sehingga perlu terus dikembangkan. Apa yang sudah dilakukan Pengda IPSI Sulut ini kiranya dapat berguna dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang tak hanya di daerah asal sendiri tapi juga di kancah nasional maupun internasional serta membanggakan bangsa dan keluarga,” ujarnya sembari berharap anak-anaknya dapat tertarik dan berlatih olahraga ini.

Upacara penutupan sendiri dilaksanakan, usai partai final berlangsung, dan nampak hadir dalam acara penutupan tersebut, Ketua IPSI Bitung, Ketua IPSI Minahasa Utara, Pelatih Silat se Sulut, Pesilat, dan tamu undangan lainnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan