Mitra-Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara masih perlu bekerja keras untuk memaksimalkan penyerapan anggaran, termasuk anggaran-anggaran untuk pembangunan.
Ini karena hingga awal September 2015, serapan anggaran Kabupaten Mitra tercatat ada pada angka 50,6 %,kendati tahun 2015 tinggal empat bulan lagi.
Menurut data yang diperoleh, dari total APBD Kabupaten Mitra Tahun Anggaran 2015 sekira Rp 574 miliar lebih, anggaran yang sudah terserap sampai dengan posisi awal September adalah Rp 291 miliar lebih. Padahal, Tahun Anggaran 2015 tinggal empat bulan lagi.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah (BPKBMD) Kabupaten Mitra Mecky Tumimomor SE MSi menjelaskan, salah satu yang mempengaruhi penyerapan anggaran adalah penyerapan dana desa.
“Misalnya untuk dana desa tahap II, anggarannya sudah ada di kas daerah tetapi belum bisa disalurkan karena harus menunggu proses administratif dari desa,” sebutnya.
Namun Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra Ir BA Tinungki M.Eng meyakini serapan anggaran untuk tahun 2015 tak akan ada masalah.
“Kalau serapan anggaran kita untuk tahun 2015, saya dapat pastikan akan maksimal dan sesuai yang diharapkan, meskipun sampai awal September memang masih berada di angka 50 persen lebih,” katanya.
Menurut Sekda,memang ada fenomena bahwa mulai awal tahun anggaran sampai dengan pertengahan tahun anggaran, kecenderungan serapan anggaran itu seret.
“Nanti setelah memasuki empat bulan terakhir di tahun anggaran, pergerakan serapan anggaran akan lebih cepat,” ucapnya. Ini karena beberapa proyek pekerjaan fisik mulai rampung dikerjakan.
“Rata-rata pihak ketiga nanti melakukan pencairan anggaran pekerjaan fisik setelah pekerjaan itu hampir selesai atau bahkan sudah selesai. Mereka tak lagi melakukan termin, atau pencairan anggaran di pertengahan pekerjaan,” terangnya.
“Terbukti saat kita cek, ada proyek fisik yang pekerjaannya sudah mencapai 70 persen sampai 80 persen, tetapi realisasi anggarannya masih 30 persen. Nanti mungkin setelah pekerjaan selesai 100 persen baru mereka lakukan pencairan dengan tinggal menyisakan dana pemeliharaan. Fenomena ini akan nampak di ujung tahun anggaran,” paparnya.
Meski begitu, Tinungki juga meminta kepada semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) khususnya yang memiliki kegiatan pekerjaan fisik agar memaksimalkan serapan anggaran.(Alfian Jay)




















