Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengaku gerah dengan kinerja kepala SKPD yang tidak bisa mengikuti ritme kerjanya. Menurut Dondokambey, seharusnya sudah bisa mengaktualisasikan program OD-SK dalam kerja cepat di satuan kerja masing-masing.
Tak puas dengan kinerja bawahannya, Dondokambey mengaku tak sabar untuk melakukan rolling pejabat.
“Pejabat yang kinerjanya lambat, sudah pasti akan digeser dari jabatannya saat rolling jabatan yang akan kami lakukan Agustus,” ungkap Dondokambey saat memimpin rapat bersama Anggota DPR dan DPD RI Dapil Sulut, Jumat (08/04) di hotel Fairmont Jakarta yang dihadiri Wakil Gubernur, Pimpinan DPRD dan para kepala daerah se-Sulut.
Walau demikian, Dondokambey mengatakan masih memberikan waktu bagi anak buahnya untuk berbenah, memperbaiki kinerja. Dikatakan, bersama Wagub Steven Kandouw, ia (Dondokambey, red) terus melakukan evaluasi terhadap kinerja para kepala SKPD hingga dilakukannya rolling pejabat. “Masih ada waktu kurang lebih 4 bulan bagi kepala SKPD untuk menunjukkan kinerja. Kami akan terus evaluasi. Bila tidak berubah kinerjanya, maka secara langsung pejabat bersangkutan telah mendegradasi jabatannya,” ujar Dondokambey.
Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Steven Kandouw kepada wartawan mengakui bahwa kinerja kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sulut belum optimal seperti yang mereka kehendaki. Ia menganalogikan, ibarat mengendarai mobil, Gubernur ingin melaju kencang tetapi para Kepala SKPD belum berjalan sama sekali.
“Bagaimana kita tidak gerah, seharusnya kita sudah melaju dengan gigi empat tetapi para kepala SKPD jangankan gigi satu, banyak yang justru memasang gigi mundur,” ketusnya.
Karena itu, lanjut Kandouw, rolling pejabat akan mutlak dilakukan. “Pasti banyak yang akan lengser dari jabatan,” imbuhnya.




















