Minahasa – Beralih statusnya satuan kerja Pemadam Kebakaran menjadi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa, terhitung mulai tahun 2017 ini, sudah seharusnya dibarengi dengan peningkatan kualitas dan kuantitas armada pemadam. Apalagi wilayah Minahasa yang terbilang cukup luas dengan jumlah 25 Kecamatan dan 227 Desa yang ada.
“Dengan beralih status menjadi Dinas Damkar, tentu harus dibarengi dengan armada Damkar yang menurut kami masih sangat kurang bila dibandingkan dengan luas wilayah Minahasa yang ada. Hal ini tentu untuk memaksimalkan kinerja petugas Damkar dalam memadamkan api ketika terjadi bencana kebakaran,” ujar Jonly Sumanti, warga Tondano.
Terkait hal ini, Plt Kepala Dinas Damkar Minahasa Alexander Mamesah SSTP ketika ditemui Cybersulutnews.co.id, Selasa (24/01) mengakui, armada Damkar yang ada saat ini memang terbilang masih kurang. Namun, untuk tahun ini pihaknya belum bisa menambah armada dikarenakan masih kekurangan anggaran.
“Tahun ini OPD Dinas Damkar baru dibentuk dan baru tahun pertama, sehingga anggaran memang masih minim. Idealnya memang kita masih butuh minimal tiga atau empat unit. Tahun ini kita masih memaksimalkan lima armada yang ada, sambil mengusulkan tambahan armada dan semoga tahun 2018 nanti bisa terealisasi,” ungkap Mamesah.
Lanjut menurut Mamesah, pihaknya kedepan memang merencanakan akan menempatkan masing-masing minimal satu unit armada Damkar di wilayah Kecamatan Kawangkoan, Langowan dan sekitarnya, Kecamatan Mandolang, Pineleng, Tombariri dan Tombariri Timur, serta wilayah Kecamatan Kombi, Lembean Timur dan sekitarnya.
“Kedepan memang kami rencanakan akan menempatkan minimal satu armada di tiga titik ini seperti wilayah dapil I, Dapil III dan dapil IV. Untuk yang pertama dengan armada yang ada saat ini akan dicoba tempatkan satu unit di Mandolang dan sekitarnya. Hanya saja kita masih memikirkan lokasi strategis untuk armada tersebut agar bisa memenuhi target,” ujarnya.
“Untuk personil juga memang direncanakan ada penambahan, tapi itu akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada nantinya,” pungkasnya.
Sementara, di Dinas Damkar Minahasa saat ini terdapat lima armada Damkar. Terakhir di tahun 2017 lalu ketambahan dua unit, dimana untuk harga satu unit Damkar kapasitas 4.000 liter kala itu senilai Rp 1,4 Miliar.(fernando lumanauw)




















