Dilantik Gubernur, Clief Wangke Diharapkan Robek ‘Rapor Merah’ Kominfo Sulut, Dari Wartawan Jadi Penjaga Gerbang Informasi Publik

Manado – Angin segar menerpa Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian, dan Statistik Sulawesi Utara (Sulut) di penghujung tahun 2025.

Clief Wangke resmi dilantik Gubernur Yulius Selvanus sebagai Kepala Bidang Kominfo, Selasa (30/12/2025) di tengah tumpukan ‘benang kusut’ yang selama ini bikin dinas ini melempem.

Dinilai sebagai “orang tepat di tempat yang tepat”, Clief siap hadapi tugas berat: membersihkan rapor merah keterbukaan informasi publik, hentikan anggaran media yang jadi bancakan, dan pastikan isu strategis Pemprov Sulut benar-benar mendarat ke masyarakat.

Tantangan tak main-main. Selama ini, Kominfo didera isu transaksional dalam penentuan mitra media, intervensi pihak luar yang kuat, hingga dugaan pemborosan anggaran.

Banyak program Pemprov yang megah di atas kertas, tapi gagal nyantol di hati warga.

“Ini saatnya Kominfo bangkit jadi jembatan transparan, bukan lagi ladang konflik,” ujar sumber dekat lingkaran gubernur.

Apa yang bikin Clief Wangke spesial? Rekam jejaknya baik, mantan wartawan yang “belok stir” jadi PNS 15 tahun lalu, bebas dari ‘dosa’ masa lalu, dan teruji loyalitasnya.

Mulai dari Kepala Sub Bagian Publikasi Biro Pemerintahan (2019), lalu Kepala Sub Bagian Protokol Tamu (2020), hingga jadi ajudan pribadi Gubernur YSK selama hampir setahun.

“Dia tahu pola kerja, bahkan selera Gubernur. Tak bisa diintervensi staf khusus atau pihak luar, karena akses langsung ke gubernur,” ungkap pengamat Pemerintahan, Taufik Tumbelaka.

Dengan darah jurnalistik dan pengalaman kehumasan mumpuni, Gubernur YSK berharap Clief hadirkan komunikasi publik yang profesional, transparan, dan responsif.

“Amanah ini untuk Sulut maju bareng,” tegas gubernur saat pelantikan.

Apakah Clief bisa ubah Kominfo jadi mesin informasi super yang efektif? Kita tunggu aksinya di 2026.

Tinggalkan Balasan