Bolmong – Di tengah badai harga energi dan pangan global, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tak tinggal diam.
Bank Indonesia (BI) bareng Pemerintah Kabupaten Bolmong gelar High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building (CB) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Agenda ini? Perkuat sinergi jaga stabilitas harga dan tingkatkan skill tim pengendali inflasi.Wakil Bupati Bolmong, Dony Lumenta, tegas bilang kolaborasi lintas sektor wajib hukumnya.
“TPID harus adaptif dan inovatif hadapi dinamika harga, apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Sinergi antaranggota jadi kunci! Mulai dari pantau harga rutin, ubah lahan tidur jadi produktif, sampai ajak masyarakat belanja bijak,” ujarnya penuh semangat.
Sementara Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Renold Asri, soroti peran Bolmong sebagai lumbung pangan andalan Sulawesi Utara.
“Tahun 2026, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) fokus ketahanan pangan via optimalisasi lumbung dan sentra produksi. Bolmong punya surplus pangan – kelola baik, harga stabil, petani sejahtera! Kita perluas kerjasama antardaerah, Gerakan Pangan Murah, plus tech pascapanen dan hilirisasi,” tegasnya.
Puncak acara? Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Bolmong dan Pemkot Kotamobagu via Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas beras, jagung, dan gabah kering.
Langkah konkret ini janjikan koordinasi makin solid antara Pemda dan BI, biar inflasi di Bolmong tetap terkendali.Dl
Dengan momentum ini, Bolmong siap jadi contoh sukses pengendalian inflasi daerah – demi kesejahteraan warga jelang hari besar!




















