Perkuat Literasi Ekonomi Jelang Akhir Tahun, BI Sulut Ajak Insan Pers Terjemahkan Kebijakan ke Bahasa Masyarakat

Manado – Menjelang akhir tahun yang penuh tantangan ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara mengajak insan pers untuk memperkuat peran edukasi guna menjelaskan kebijakan moneter, dinamika harga, dan risiko‑risiko yang mengancam stabilitas ekonomi daerah. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan Capacity Building BI Sulut 2026 yang diikuti oleh 19 jurnalis dari berbagai media di wilayah ini.

Kepala Tim Implementasi KEKDA KPw BI Sulut, Suharno Manik, menegaskan bahwa kebijakan ekonomi seringkali disajikan dengan istilah teknis yang sulit dipahami masyarakat luas. Di sinilah fungsi utama media sebagai jembatan informasi antara otoritas keuangan dan warga Sulawesi Utara.

“Di sinilah peran teman‑teman media untuk bisa menerjemahkan ke masyarakat di Sulawesi Utara,” ujar Suharno di hadapan para peserta.

Ia menyampaikan sejumlah tantangan utama yang perlu disampaikan secara jelas kepada publik. Salah satunya dampak fenomena El Niño yang diperkirakan masih berlangsung hingga Januari mendatang dan berpotensi mengganggu ketersediaan komoditas pangan. Sebagai perbandingan, ia mengutip pengalaman di Bangka Belitung yang menghadapi kendala logistik akibat kondisi perairan dangkal sehingga biaya distribusi barang menjadi lebih tinggi.

Meskipun Sulawesi Utara memiliki jalur darat yang terhubung ke Provinsi Gorontalo, hal itu tidak membuat wilayah ini bebas dari risiko pasokan. Tekanan permintaan yang biasanya melonjak menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi perhatian khusus — termasuk untuk komoditas andalan rumah tangga seperti cabai atau yang dikenal warga lokal dengan sebutan rica.

“Media tidak berusaha menyembunyikan sesuatu, tetapi literasinya yang lebih baik, edukasinya yang lebih baik,” tegas Suharno. Pemberitaan yang akurat dan berimbang akan membantu masyarakat memahami penyebab perubahan harga serta mengambil keputusan yang bijak dalam pengeluaran keluarga.

Suharno juga menyampaikan bahwa sejak bertugas di Manado beberapa bulan terakhir, pihaknya masih terus mengenali karakteristik ekonomi daerah serta mitra‑mitra media lokal. Ia berharap komunikasi dan diskusi antara Bank Indonesia dan insan pers dapat semakin intensif untuk menyebarluaskan informasi tentang kebijakan ekonomi, pengembangan UMKM, dan data statistik terbaru.

Dalam acara tersebut, BI Sulut juga memperkenalkan tim baru bidang kehumasan, yaitu Chandra Agusta selaku Kepala Unit Kehumasan dan Christian Elric Koba sebagai Asisten Analis Unit Kehumasan KPw BI Sulut. Kegiatan ditutup dengan pengumuman peserta terbaik yang dinilai oleh dewan juri dari media nasional seperti Tempo dan Garuda TV.

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap terjalin kerja sama yang lebih erat untuk menyebarkan informasi ekonomi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami guna menjaga stabilitas harga serta mendukung pemulihan ekonomi Sulawesi Utara menjelang akhir tahun.

Tinggalkan Balasan