Mitra – Kadidat Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 James Sumendap dan Ronald Kandoli (JS-RK), tampaknya tidak main-main dengan program Rp 1 Miliar setiap Desa dan Kelurahan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Pasalnya, program tersebut bukan hanya sekedar janji, melainkan sudah tertanam dalam pikiran, dan menjadi beban. Sehingga telah menjadi tanggung jawab utama untuk berjuang dan mewujudkan rencana program tersebut, demi Sejahteranya rakyat Mitra.
Seperti yang sudah terkonsep sejak awal, yakni memprogramkan Rp 1 M untuk setiap desa dan kelurahan bagi semua Masyarakat Mitra, tanpa ragupun JS-RK berjanji kepada seluruh Rakyat bahwa akan mewujudkan semua program tersebut saat terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati nantinya. Sikap ragu dari Masyarakat-pun tertuntaskan saat kampanye terakhir yang dihadiri para petinggi PDI-P Sulut bersama Tim yang langsung mengutarakan secara bersama melalui Olly Dondokambey yakni program 1 M bukan bohong, bahkan PDI-P siap meng-cover hal tersebut.
James Sumendap menyampaikan konsep program tersebut, adalah murni tercetus sesuai konsep kerakyatan sehingga saat tercetusnya program 1 M tersebut, sudah merupakan program sejati yang harus diwujudkan. Nantinya program 1 M tersebut akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Mitra. Mengapa tidak, dalam program tersebut, sudah termasuk Insentif Hukum Tua/Lurah beserta perangkatnya, Beasiswa Mulai dari SD,SMP, hingga perguruan tinggi. “Akan ada peningkatan yang signifikan dari sebelumnya,” ujarnya.
Lanjutnya lagi, dalam program tersebut akan tertata juga Penguatan Modal Usaha Kecil Menengah dan Mikro. Kemudian, Revitalisasi permukiman, Pertanian, perkebunan dan peternakan hingga perikanan. Bahkan jika masih ada yang perlu ditata akan ditata kembali. Karena, dengan program tersebut, semua pastinya akan terwujud. Inilah yang dimaksud dengan Program 1 M, yang akan dikecap langsung oleh Masyarakat. “Dengan demikian JS-RK akan mewujudkannya, demi kesejahteraan Rakyat Mitra,” paparnya.
Ronald Kandoli juga menambahkan, saat ini perubahan dan pembaharuan harus segera dilakukan di Mitra. Pasalnya Kabupaten Mitra sudah tertinggal dari kabupaten lainnya. Mulai dari infrastruktur, tata kelola keuangan, birokrasi dan masih banyak lagi. Hal itu sebenarnya sudah diketahui oleh warga Mitra. Sehingga, menjadi beban kami untuk melakukan suatu perubahan di Mitra. “Mulai dari merubah paradigma kapitalis menjadi pragmatis, kemudian melaksanakan reformasi birokrasi secara konsisten, serta lebih memetingkan kebutuhan rakyat,” tegasnya.














