
Tomohon – Dampak bencana longsor bukan hanya dirasakan warga yang terkena bencana ini secara langsung, namun juga warga pengguna jasa angkutan umum. Pasalnya dari penuturan salah satu warga, para sopir menaikan tarif angkutan sampai sekitar 300 persen menjadi Rp 25 ribu.
“Biasanya hanya Rp 7000, kini naik begitu melambung. Bayangkan setiap hari saya harus menghabiskan sekitar Rp 75 ribu setiap harinya untuk pergi bekerja,” keluh salah satu warga Tomohon yang berkantor di salah satu SKPD di Pemprov Sulut.
PNS ini meminta kebijakan Pemkot Tomohon untuk menertibkan tarif ini. Setidaknya kenaikan angkutan ini tak melambung jauh.
“Tarif Tondano-Manado saja hanya Rp 15 ribu, padahal mereka juga melalui jalan memutar lewat Tanggari,” ujarnya.
Pemkot Tomohon melalui Sekda Dr Arnold Poli saat dikonfirmasi mengatakan memang kenaikan tarif angkutan tak bisa dihindari.
“Saya akan berkoordinasi dengan Dishub Tomohon mengenai hal ini untuk segera dicarikan jalan tengahnya,” kata Poli.
Diketahui, saat ini angkutan luar kota yang melayani jalur Tomohon-Manado melalui jalur Tara-tara, melalui Tanawangko untuk sampai ke Manado. Jalur ini sebagai alternatif terakhir karena jembatan sementara yang dibangun TNI belum bisa dilalui. (Maria Wolajan)




















