
Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa membutuhkan anggaran sebesar Rp 142 Miliar, untuk merehabilitasi kembali sejumlah infrastruktur di Kabupaten Minahasa, yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Johanes Pesik SIP, kepada CSN, Rabu (22/01).
Menurutnya, jumlah tersebut termasuk membangun sejumlah infrastruktur yang perlu untuk pencegahan banjir dan tanah longsor, seperti pembangunan talud penahan tanah dan tanggul penahan banjir.
“Anggaran sebesar ini telah diusulkan ke pemerintah pusat melalui BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana, red), dengan harapan dana ini bisa dikucurkan,” ujar Pesik didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Minahasa, Alex Dotulong ST MT.
Sementara, daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor yang menjadi sasaran pembangunan dan rehabilitasi yakni di Kecamatan Tombulu, Kecamatan Tombariri, Kecamata Remboken dan sejumlah tempat lainnya yang berpotensi menimbulkan bencana alam.(fernando lumanauw)




















