by

Wenny Lumentut Terima PWI Sulut Award 2022

Tomohon – Atas kepeduliannya terhadap Insan Pers di Sulawesi Utara, Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut, menerima PWI Sulut Award 2022, dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara (Sulut), sebagai Tokoh Peduli Pers.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua PWI Sulut Drs Voucke Lontaan, didampingi Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Jimmy Endey dan Wakil Sekretaris Fanny Waworundeng, dan diterima langsung oleh Lumentut, Sabtu (27/02) malam, di kediaman pribadinya di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon.

“Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian Hari Pers Nasional dan Hari Ulang Tahun PWI Sulut ke 76 tahun,’’ ujar Lontaan sebelum menyerahkan piagam penghargaan.

‘’Saya ucapkan terima kasih atas penghargaan dari PWI ini. Semogga lebih memotivasi saya dalam melaksanakan tugas sehari-hari, saya sangat senang bersinergi dengan wartawan sebagai fungsi sosial kontrol pembanguan,’’ kata Lumentut sembari menerima penghargaan tersebut, yang kala itu juga disaksikan Kepala Divisi Hukum Mabes Polri Irjen Drs Remigius Segid Tri Hardjanto MSi, bersama Wakil Kepala Polres Tomohon Ferdinand Runtu SH dan beberapa pejabat di jajaran Pemkot Tomohon yang sedang bertamu.

Sementara, salah satu indikator PWI Sulut menobatkan Wenny Lumentut sebagai Tokoh Peduli Pers di daerah Sulut yakni, sebelum beliau menjabat Wakil Walikota dan Pimpinan DPRD Sulut, sepak terjangnya sangat terbuka dalam memberikan informasi kepada wartawan.

WL sapaan akrab Lumentut ini, tidak mengenal waktu, selalu melayani wartawan dalam meminta informasi untuk diberikan. Tidak saja itu, WL yang juga dikenal sebagai seorang pengusaha sukses di Sulut, begitu memahami mana berita yang mengandung kaidah jurnalistik dan kode etik jurnalistik. ‘’Saya sering berdiskusi
dengan teman-teman wartawan bila ada wajtu senggang.

Apakah itu materi tentang kode etik
jurnalistik, ataupun tentang keberadaan wartawan itu sendiri. Wartawan itu sabahat saya, seseorang membangun pencitraan perlu dibantu wartawan mempublikasi. Walaupun teman, saya juga senang
dikritik, tapi tentunya kritikan itu harus konstruktif dan sesuai kode etik jurnalistik (KEJ),’’ tutur Wenny (fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed