Manado- Di tahun 2013 perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami pertumbuhan hingga 7,45 persen bahkan berada di atas angka nasional.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faizal Anwar mengatakan Pertumbuhan ekonomi (PE) Sulut di tahun 2013 tumbuh 7,45 persen mengalami perlambatan jika dibandingkan tahun 2012 yang tumbuh sebesar 7,86 persen (CtoC).
“Meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan jika dibandingkan tahun sebelumnya namun PE Sulut masih lebih tinggi dari angka nasional yang hanya tumbuh 5,78 persen,” kata Anwar disela-sela Laporan PE Sulut, Rabu (5/2) di Kantor BPS Sulut.
Katanya, pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan mencapai 15,48 persen.
“Pertumbuhan terbesar kedua pada sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 14,78 persen,” katanya.
Lanjut ia katakan, pertumbuhan terendah terjadi di sektor pertanian yang hanya tumbuh 4,12 persen.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik, Dekky Tiwang mengatakan tiga sektor ekonomi yang memberikan sumbangan terbesar terhadap PE Sulut tahun 2013 adalah sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar 2,14 persen, sektor jasa-jasa sebesar 1,13 persen dan sektor keuangan real estat dan jasa perusahaan 1,06 persen.
“Pertumbuhan melambat ini bukan berati ekonomi Sulut menjadi lesuh,” jelasnya.(Nancy)




















