
Tomohon – Pasca peresmian Pasar Segar Beriman di Kota Tomohon, Walikota Jimmy Eman mengaku sangat senang karena semakin bisa menggerakkan ekonomi di Kota Muliti Dimensi ini.
“Pasar tradisional merupakan bukti adanya pengembangan perekonomian yang dilakukan, dari, oleh, dan untuk masyarakat sendiri. Seharusnya otonomi daerah memberikan ruang khusus bagi keleluasaan peran masyarakat lokal dalam mengembangkan potensi sosial ekonominya secara mandiri. Pasar tradisonal selayaknya mampu mengakomodasi potensi lokal. Di sisi lain pasar tradisional merupakan basis perekonomian bagi rakyat kecil. Dari sana tercipta sebuah sarana perlindungan terhadap pemberdayaan laju ekonomi kerakyatan,” kata Eman.
Selanjutnya menurutnya pemanfaatan potensi lokal tersebut meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sosio kultural. Akses barang barang produksi berasal dari daerahnya sendiri. Para pedagang bisa mengakses sayuran, buah-buahan, ternak, dll dari daerahnya sendiri. Berbelanja di pasar tradisional merupakan sebuah upaya untuk menghargai hasil kerja para petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha kecil lain dalam ruang lingkup lokal. Mendorong adanya komitmen untuk berani bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, membuat pasar tradisional secara kontinyu dengan mudahnya akan mensosialisasikan nilai-nilai kedaerahan.
“Masyarakat juga terbantu dengan kondisi pasar yang bersih dan teratur. Mengingat Pasar Tomohon juga dikunjungi masyarakat di luar Tomohon,”lanjut Eman.
Diketahui pengelolaan Pasar Segar yang dibangun dengan anggaran Rp 4,2 miliar dari dana tugas pembantuan hasil kerjasama pemerintah kota dengan Kementerian Perdagangan RI akan diserahkan ke Perusahaan Daerah (PD) Pasar.(maria wolajan)




















