Manado – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado akhirnya berhasil memilih Rektor baru. Hal ini setelah Prof Dr Ir Ellen Kumaat MSc DEA berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan rektor (pilrek) yang digelar di Rektorat Lantai IV, Rabu (23/7/2014).
Prof Ellen dalam pilrek sukses mengungguli saingan terberat Prof Dr Ir Dody Sumajouw Meng dan calon lainnya, Prof dr Venaetia Danes PhD.
Seperti diketahui dalam penyaringan, Rabu (16/7/2014) lalu, Prof Dody memperoleh suara terbanyak dengan raihan 23 suara diikuti Prof Ellen 18 suara dan Prof Danes memperoleh 9 suara, sehingga ketiganya lolos ke babak pemilihan rektor.
Menariknya, dalam pemilihan kemarin, Prof Dody yang sewaktu penyaringan memperoleh 23 suara, saat pilrek hanya bisa menaikkan suara hingga angka 41. Sedangkan Prof Ellen yang sewaktu penyaringan hanya memperoleh 18 dukungan melonjak hingga memperoleh 51 suara.
Informasi yang diperoleh, melonjaknya suara Prof Ellen disebabkan meningkatnya dukungan dari senat dan Mendikbud melalui perwakilannya memberikan 20 suara, sedangkan Prof Dody diperkirakan hanya memperoleh 10 suara dukungan dari Mendikbud. Calon lainnya Prof Danes suaranya turun hanya memperoleh 5 dukungan.
Total suara Mendikbud sendiri hanya 34 persen, karena Pelaksana tugas (Plt) Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Musliar Kasim MS tak menggunakan hak pilihnya.
Sementara itu, ketua Senat Prof Dr Yanny Kusen mengatakan, proses pemilihan telah sesuai dengan hasil yang direncanakan dan berjalan secara normal serta partisipasi senat, calon dan perwalikan Menteri berjalan 100 persen baik.
Kusen menjelaskan, suara Menteri Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA diwakilkan kepada Dr Ir Patdono MEng Sc, Sekretaris Direktur Jendral Pendidikan Tinggi.
Rektor terpilih rencananya akan dilantik Jumat 25 Juli 2014 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat. Hasil pemilihan langsung dibawah Sekretaris Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementerian Dr Patdono di Jakarta.
“Sebagai Ketua senat dan seluruh anggota senat mengharapkan Unsrat menjadi lebih baik. Ada titipan dari Sekjen Dikti bahwa apa lagi yang akan dilakukan untuk Unsrat sebagai aset Negara yang ada saat ini. Tidak ada riak-riak pada proses pemilihan dan setelah terpilih karena diawali dengan pembacaan kesepakatan bersama yang telah ditulis para bakal calon. Semua menerima dengan sepenuh hati dan suka cita,” ujar Kusen.
Pemilihan yang digelar mulai pukul 10.00 wita mendapat pengawasan yang ketat dari kepolisian dan Security kampus tersebut. Mereka tak sembarangan memberikan izin kepada orang untuk masuk ke lokasi pemilihan.
Beberapa dosen tampak setia menunggu proses pemilihan di luar ruangan tempat pemilihan berlangsung. Petugas yang berjaga terlihat santai, ada yang membaca koran dan aktivitas lainnya.
Kapolresta Manado Kombes Sunarto mengatakan, kepolisian yang dikerahkan menjaga keamanan berjumlah 50 orang.
Proses pemilihan berjalan secara demokrasi dimana satu persatu senator memilih dan memasukkan pada kotak suara. Hasilnya langsung dihitung dengan penuh ketelitian oleh Senat.
Pemilihan sendiri berlangsung seru dan alot. Sebelum memenangkan pertarungan suara Prof Ellen dan Prof Dody terjadi kejar mengejar. Hanya saat terakhir suara Prof Ellen langsung meninggalkan jauh.
Prof Ellen mengaku senang bercampur bahagia karena terpilih menjadi Rektor Unsrat. “Saya akan melayani dengan sepenuh hati memajukan Unsrat,” katanya.
Rektor terpilih menambahkan, diawal tugasnya akan melakukan koordinasi, rekonsiliasi semaksimal mungkin. Terutama untuk standar penerimaan mahasiswa yang masuk melalui jalur To Mou Tou (T2).
Harapan kedepan ada banyak bahkan sepuluh langkah kedepan.Semua orang mempunyai harapan yang sama untuk membuat Unsrat lebih maju lagi. “Pada saat penghitungan suara tadi dan jauh sebelumnya memang sudah harus siap menang dan siap kalah,” ujarnya menutup pembicaraan.(tmc/eve)




















