
Minahasa – Entah siapa orang tua (ortu) yang tega meninggalkan anak balita ini. Dia ditemukan empat orang mahasiswi UNIMA asal Kepulauan Talaud, dipinggir jalan ‘Toumbeke’ tepatnya dipersawahan Kelurahan Koya Kecamatan Tondano Selatan, telantar seorang diri tanpa pengawasan, Jumat (05/09).
Adalah Hasna Lahinide (19),Yulfiany Tempo (19) dan Nelci Aambo (19), mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra Unima semester III, serta Denita Maga, mahasiswi Fakultas Ekonomi Unima, tak sengaja menemukan bocah sekira umur empat tahunan ini sedang duduk dibawah pohon Nangka.
Kala itu, sekitar pukul 08.00 pagi, mereka berempat hendak mencari Kolobi (sejenis binatang siput di sawah, red). Tiba-tiba, Hasna, salah seorang dari mereka melihat seorang anak mengenakan kaos lengan panjang warna merah maron, celana jeans selutut berwarna gelap dan mengenakan kaos kaki berwarna hijau sedang duduk diatas batu, dengan kondisi cukup memprihatinkan karena terlihat sedang sakit dan kondisi fisik yang tidak sempurna.
Menurut Hasna, ketika didekati dan hendak ditanyai, anak ini diam tanpa menjawab sepatah kata pun. Bajunya lusuh, kaki tak bisa berdiri sendiri karena diduga memiliki kelainan fisik.
“Bersama teman-teman, kami kemudian memutuskan mengambil anak tersebut dan membawa ke kantor Kecamatan Tondano Selatan,” tuturnya.
Camat Tondano Selatan, Robert Ratulangi SPd, ketika ditemui CSN mengatakan, mendapat laporan adanya anak telantar diwilayahnya, dirinya langsung bertindak dengan melaporkan kepada pihak Kepolisian Resort Minahasa.
“Berdasarkan petunjuk, bersama unit perlindungan anak, anak balita ini kemudian di bawah ke BkKBN-PPA Minahasa untuk penanganan selanjutnya. Setelah dilakukan komunikasi, langsung dilakukan penanganan dengan membawa anak tersebut ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya,” terang Ratulangi.
Lanjut dikatakannya, anak tersebut kemudian dititipkan di panti asuhan ‘Febe’ di Kelurahan Tataaran Kecamatan Tondano Selatan, sementara penanganan kasus ini diserahkan langsung ke Polres Minahasa.
“Sudah koordinasi dengan pemilik panti asuha dan mereka bersedia menampung anak ini. Memang perlu diselidiki karena sempat ada laporan warga bahwa anak tersebut ditinggal sesorang menggunakan motor, sehingga kami menyerahkan kasus ini ke Polres Minahasa,” ujarnya.
Sementara, Kepala BkKBN-PPA Minahasa, Joula Mamahani mengatakan, anak tersebut saat ini dalam pengawasan pihaknya dan untuk kemudian dilakukan penanganan selanjutnya.
“Sudah ditangani, staf kami sudah membawa anak tersebut ke dokter, selanjutnya dibawah ke panti asuhan yang sudah bersedia menampung,” ujarnya.(fernando lumanauw)




















