
Manado-Setelah adanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bank Indonesia saat ini fokus untuk moneter dan nilai tukar. Sehingga akan lebih memusatkan diri kepada perekonomian. Demikan dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Suhaedi dalam Fokus Group Discussion dengan mengambil tema Prospek Ekonomi Indonesia dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). “Saat ini BI fokus kepada mandat, yaitu moneter dan nilai tukar,” ujarnya.
Suhaedi menambahkan dengan demikian pihaknya akan fokus menganalisa ekonomi regional Sulampua, yang termasuk didalamnya Sulawesi Utara (Sulut). Pihaknya akan memberikan masukan agar perekonomian Sulampua tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan untuk kesejahteraan bersama. Ia mencontohnya seperti membentuk jaringan peneliti Indonesia Timur yang nantinya akan melakukan pertemuan-demi pertemuan yang diharapkan mampu berikan sumbangan bagi pembangunan Sulut.
Hal ini karena di Sulampua masih dibawah 10 persen yang memanfaat kredit untuk perkembangan ekonominya, masih dibawah nasional yang telah mencapai 14 persen. Padahal potensi yang dimiliki oleh daerah ini, termasuk Sulut cukup besar. Sedangkan menurut praktisi Akademik dari Unima mengungkapkan selama ini di Sulut perekonomiannya kurang memberikan sumbangsih yang besa Indonesia, karena kurang mencetak wira usaha-wira usaha, untuk itu semua pihak harus berupaya menciptakannya.
“Kita kalah dengan Singapura dan Thailand yang telah lebih banyak menciptakan wira usaha yang lebih banyak, sehingga perekonomiannya jauh,” ungkapnya.
Dalam FGD tersebut dihadiri berbagai praktisi dari perbankan dan akademik, di moderatori oleh Pengamat Ekonomi Peggy Meikel. Sebagai pembicara lainnya Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Luctor Tapiheru.(Nancy)


























