Bororing : Sapi Produktif Wajib Bunting, Jangan Dipotong

Manado – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, Arie Bororong, Kamis (19/01) membuka rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB).

UPSUS SIWAB merupakan program Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Dalam sambutannya Bororing meminta kerjasama semua pihak terkait untuk mensukseskan UPSUS SIWAB yang mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (INKA).

“UPSUS SIWAB akan memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet,” ujar Bororing

Lewat program ini, Pemerintah juga akan berupaya menyelamatkan betina produktif agar tak buru-buru dipotong sehingga ternaknya tetap bisa beranak.

Program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016.

Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026 mendatang serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Nawa Cita Presiden yang ketiga adalah membangun Indonesia dari daerah pinggiran. Desa bisa membangun Indonesia. Kebersamaan adalah kuncinya. Pemerintah harus saling mendukung dan bersinergi Kabupaten/Kota.

Pencanangan UPSUS SIWAB ini merupakan bentuk percepatan peningkatan populasi sapi kerbau menuju ketahanan pangan hewani untuk tercapainya swasembada ternak.

Untuk mendukung keberhasilan upsus siwab, akan dilaksanakan beberapa kegiatan pendukung di antaranya, penanaman rumput, penyediaan embung (sumber air), serta penyediaan obat-obatan dan vaksin untuk meningkatkan status kesehatan hewan.

Selain itu, menyediakan obat-obatan dan vaksin untuk meningkatkan status kesehatan hewan serta penanganan medis terhadap ternak yang mengalami gangguan reproduksi.

Tinggalkan Balasan