MITRA,CSN– Bertempat di auditorium kantor Bupati Minahasa Tenggara, Senin (7/7), Bupati Mitra James Sumendap SH bersama Wakil Bupati Ronald Kandoli, didampingi Sekertaris Daerah (Sekda) Ir B.A Tinungki menyerahkan dana Carry Over bagi 527 guru serifikasi ditambah pengawas baik SD, SMP sampai SMA/SMK.
Dalam arahanya Sumendap menegaskan soal mutu pendidikan, dimana setiap guru harus mampu tunjukan kinerja demi tercapainya pendidikan yang maksimal. “karena pendidikan ini sangatlah penting, jadi tunjukkanlah profesionalisme kerja,” tegas Sumendap.
Guru bersertifikasi harus mampu menunjukkan kualitas kinerja, palagi saat ini trendnya pendidikan berbasis technology. “Setidaknya setiap guru dianjurkan harus menguasai computer, sebab diera saat ini dituntut untuk menggunakan technology yang ada,” kata Sumendap.
Tak hanya itu, dia juga menyinggung soal kepedulian sekolah terhadap anak yang putus sekolah, padahal, anak tersebut seharusnya menuntaskan untuk jenjang pendidikan yang disediakan pemerintah. “Peran guru yang sangat diperlukan untuk hal ini. Usahakan jangan ada anak yang putus sekolah,” kata Bupati.
Untuk hal ini, lanjut Bupati, pihaknya akan bekerjasama dengan semua pihak terkait seperti Kejaksaan, Kepala Desa/ Kelurahan, Kepala Sekolah dan pihak Kepolisian untuk turun lapangan mengecek anak yang sudah putus sekolah terkait kendala apa, sehingga tidak melanjutkan sekolah.
“Karena anak yang putus sekolah juga merupakan pemasungan dan itu ada dalam undang-undang dinegara ini. Jadi, dibentuk tim tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada anak didaerah ini yang putus sekolah,” terang Bupati. Diakhir sambutannya, untuk pembayaran Carry Over ini, tidak ada pemotongan dari pihak Dinas. “Kalau ada pemotongan tolong dilaporkan, dan oknum yang bersangkutan akan ditindak tegas,” tukas Bupati.
Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Mitra, Robby Ngongoloy memastikan tidak ada pemotongan hak dari guru sertifikasi, dan untuk dana mereka (guru sertifikasi) sudah ditransfer ke rekening masing-masing. “Karena yang mengurus itu sudah dibiayai oleh instansi lewat gaji dan tunjangan lainnya,” kunci mantam kepala BKDD Mitra ini.(Jay)




















