Canangkan Passo Desa Wisata Budaya, Gubernur Naik Bendi, Donor Darah, Minum Saguer dan Makan Alas Daun Pisang

donor darah
Gubernur Soni Sumarsono menyumbangkan darah bagi kemanusiaan

Kakas – Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM, Selasa (29/12) melakukan kunjungan kerja ke Desa Passo Kecamatan Kakas Barat Kabupaten Minahasa. Kunjungan kali ini dalam rangka pencanangan Passo sebagai desa Budaya dan Pariwisata. Kegiatan ini diprakarsai LSM Pakasaan Passo Indonesia (PII).

Menempuh satu jam lebih 15 menit perjalanan dari Manado, Gubernur yang didampingi Isteri Dra Tri Rachayu dan 2 Putri tercinta, Listy dan Wulan tiba di desa Passo pukul 10 30 WITA.

Ratusan warga menyambut kedatangan Gubernur Soni Sumarsono beserta rombongan di ujung desa Passo. Ketua LSM PPI, Jemmy Ringkuangan tampak di barisan depan saat menyambut Rombongan Gubernur. Di ujung desa ini, Gubernur dan rombongan turun dari mobil dan mengikuti seremoni peletakan batu pertama pembangunan gapura (pintu gerbang) desa Passo. Ibu Tri Rachayu sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sulut mendapat kehormatan untuk meletakkan batu pertama pembangunan gapura tersebut.

santunan
Memberikan bantuan natura kepada lansia

Usai seremoni peletakan batu pertama, Gubernur Soni Sumarsono, Ibu Tri Rachayu dan dua putri tercinta diarak menggunakan alat transportasi tradisional Bendi menuju alun-alun desa.

Lantunan lagu daerah dengan iringan musik kolintang menyambut rombongan Gubernur di alun-alun desa.

Mobil Palang Merah Indonesia (PMI) tampak terparkir di sudut alun-alun. Ternyata, bersamaan dengan pencanangan desa Passo sebagai desa wisata budaya, juga dilakukan kegiatan bakti sosial berupa donor darah, pengobatan gratis dan memberikan diakonia kepada para lansia..

Melihat kegiatan bakti sosial ini, secara spontan, Gubernur meminta untuk turut mendonorkan darah. Usai mendonorkan darah, Gubernur meninjau kegiatan pengobatan gratis. Setelah itu, Gubernur langsung mengambil tempat yang telah disediakan untuk mengikuti acara pencanangan Passo sebagai desa wisata budaya.

makan minum
Minum Saguer dan makan alas daun pisang

Dalam sambutan Gubernur mengatakan, menjadi desa budaya dan pariwisata syarat utama harus bersih dan indah serta masyarakat harus ramah dan senyum dalam menyambut wisatawan. Karena telah berani mencanangkan sebagai desa wisata budaya, warga Passo menurut Gubernur harus mempersiapkan diri dengan baik.

“Pemerintah Provinsi akan membantu dengan membina 30 generasi muda desa ini untuk menjadi pemandu wisata,” kata Sumarsono.

Mereka, lanjutnya, akan dilatih sikap, ketrampilan, bahasa dan tata cara menerima wisatawan. “Sehingga diharapkan mampu menjelaskan keberadaan danau Tondano, situs purbakala serta air panas,” terangnya.

Gubernur kemudian mengajak, masyarakat Passo menjaga sekaligus merawat objek-objek wisata yang ada, serta membangun objek-objek wisata baru dengan symbol-simbol budaya Minahasa. “Dengan demikian, Passo menjadi ikon wisata yang menunjang program Marijo Ka Manado,” imbuhnya.

Ketua Umum pakasaan Passo Indonesia (PPI) Jemmy Ringkuangan PA MSi, menyatakan dukungannya Program pemerintah Provinsi Sulut Mari Jo Ka Manado, lewat berbagai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimilikinya. “Kami ingin menjadikan desa ini sebagai desa budaya dan pariwisata dengan air panas menjadi primadona,” ujar Karo Umum Setda Provinsi Sulut ini.

Ringkuangan menyebutkan, kehadiran PPI tidak hanya sekedar gagah-gagahan akan tetapi untuk pengabdian pada masyarakat lewat sektor kebudayaan dan pariwisata.

“Atas nama pribadi dan organisasi Pakasaan Passo Indonesia (PPI) dan seluruh rakyat desa Passo, dari hati yang tulus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sulut Bpk Dr Soni Sumarsono, MDM dan Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Ibu Dra Tri Rachayu Sumarsono yang telah mencanangkan desa Passo kecamatan Kakas Barat Minahasa sebagai desa wisata budaya serta turut mendonorkan darah untuk kemanusiaan! Tuhan memberkati selalu karya dan pengabdian bapak sekeluarga, amin,” ujar Ringkuangan.

Tinggalkan Balasan