Mitra – Akibat dari letusan gunung Soputan sepanjang awal 2015 ini telah berdampak pada rusaknya area hutan dan perkebunan di wilayah sekitar gunung. Ratusan pohon kelapa dan enau yang menjadi andalan warga sekitar untuk menopang penghasilan, rusak parah diterjang abu vulkanik yang disemburkan gunung api teraktif di Sulawesi Utara.
“Pantauan kami, pohon-pohon yang rusak parah yaitu yang terletak di kaki gunung. Banyak yang hangus akibat dihujani abu vulkanik,” jelas Sony Wenas, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Mitra.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Mitra Elly Sangian menjelaskan, dari hasil pengamatan dan konsultasi dengan hukum tua di wilayah Winorangian, dampak letusan gunung soputan khususnya di Desa Winorangian Satu, lahan pertanian warga masih aman.
“Kebanyakan tanaman padi yang ditanam masih berusia kurang dari sebulan. Jadi tidak menimbulkan dampak kerusakan. Malahan setelah di guyur hujan, abu vulkaniknya akan menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman,” urainya.
Komoditi pertanian yang berdampak, lanjut Sangian yaitu pada tanaman jagung yang rata-rata berusia kurang lebih sebulan.
“Beda dengan jagung. Karena usianya masih muda makanya belum tahan. Ada tanaman jagung yang di tanam di lahan seluas 0,2 hektar, tanamannya menguning dan di prediksi akan mengalami gagal panen,” jelas Sangian.(Alfian Jay)




















