Dari Amerika, Bupati JWS Himbau Warga Jangan Terprovokasi Isu Negatif

New York – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi turut prihatin atas peristiwa yang terjadi di Tataaran Kecamatan Tondano Selatan pada Minggu (19/10).

Ia menghimbau masyarakat Minahasa tetap waspada dan berjaga-jaga serta tidak terpancing oleh isu-isu yang sifatnya provokatif.

Melalui blackberry massenger, Bupati Jantje Wowiling Sajow yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di negara Amerika Serikat memberi himbauan terkait masalah sosial tersebut.

“Perkenankan saya Bupati Minahasa memohon maaf kepada rakyat Minahasa karena ketika peristiwa Tataaran terjadi, saya sedang melakukan tugas kedinasan, melanjutkan kerja sama dengan Cecil County, Meryland USA dan memenuhi undangan HUT ke-35 MAESA di New York. Namun berdasarkan laporan dari Wakil Bupati Minahasa, Kapolres, Dandim dan Camat, suasana sudah kondusif, sudah aman, sekalipun demikian masyarakat harus tetap waspada, jangan sampai suasana kondusif ini dimanfaatkan lagi oleh orang-orang yang tidak menginginkan Minahasa aman, atau ada upaya orang-orang tertentu untuk merusak hubungan baik masyakat Minahasa dan masyarakat Papua,” himbau JWS.

JWS pun meminta kepada Pers untuk menyajikan berita yang kondusif dan tidak profokatif, untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat Tondano, tetapi juga kepada masyarakat/mahasiswa Papua.

“Saya yakin apa yang dilakukan oleh mahasiswa Papua bukan mengatasnamakan masyarakat Papua, itu dilakukan Oknum mahasiswa, yang tidak pernah menduga implikasi yang akan terjadi hanya karena sikap/prilaku yang tidak baik yang mengganggu ketenangan masyarakat Tataaran Tondano,” lanjut Bupati.

Sebagai Bupati lanjutnya ia meminta mahasiswa Papua menjaga hubungan baik yang sudah terbina selama ini, mahasisa yang belajar haruslah serius belajar, dan hindari sikap yang kurang terpuji yang bisa membawa masalah.

“Mari kita belajar dari apa yang sudah terjadi waktu yang lalu, jangan ulangi lagi, sekali lagi jgn ulangi.
Persahabatan dan kebersamaan antara masyarakat Papua dan Minahasa sangat bagus dan sangat mahal harganya,” katanya lagi.

Demikian juga kepada masyarakat Tataaran, disamping waspada dan berjaga jaga, agar tetap jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang sifatnya profokatif. Jika ditemukan segera laporkan ke Kepolisian atau aparat keamanan.

“Saya yakin kita semua cinta damai. Ada banyak kesamaan budaya yang ada pada orang Minahasa dan Papua terutama soal keyakinan mayoritas.
Mohon doa untuk Minahasa, mohon doa untuk Tataaran dan mohon doa khusus bagi mahasiswa Papua, supaya bisa tenang dan belajar dengan baik,” ujar JWS.

Situasi terkini saat ini, situasi Taataaran sudah aman tapi masih dijaga ketat dengan pengamanan berlapis oleh Polres Minahasa dan Kodim 1302 Minahasa.

Pantauan Cybersulutnews.co.id Rabu (22/10) ratusan mahasiswa Papua masih dikumpulkan di Asrama Cendrawasih yang terletak di Perum Unima. Di sekitaran asrama ini masih dijaga aparat dan Satpol PP Kabupaten Minahasa. (maria wolajan)

Tinggalkan Balasan