
Manado – Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan deklarasi, Kamis (10/10).
Deklarasi ini dihadiri belasan jurnalis perempuan dari berbagai media cetak dan elektronik di provinsi Nyiur Melambai ini.
Jeanne Rondonuwu Ketua FJPI Sulut mengatakan organisasi jurnalis khusus perempuan di Sulut yang anggotanya banyak.
“Dulu pernah ada aliansi jurnalis perempuan Sulut tapi karena wartawan perempuan kurang jadi tidak eksis dan sekarang ada FJPI Sulut dengan puluhan anggota wartawan perempuan yang mau belajar organisasi tentunya demi kemajuan daerah ini dari sisi peran media massa,” ungkap wartawan senior yang kini eksis dari www.sulutdaily.com.
Dikatakannya ada banyak program yang akan dilakukan diantaranya pelatihan liputan investigasi, bagaimana meliput kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan lainnya.
“Tidak mudah membentuk organisasi ini. Pergumulan untuk membagi waktu dengan keluarga dan pekerjaan tapi saya yakin dengan niat yang baik semua akan berjalan dengan baik,” ungkap Rondonuwu.
Amanda Komaling, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulut berpesan agar lewat organisasi ini bisa membuat jurnalis perempuan di Sulut bisa dikenal kemampuannya yang positif dan profesional.
“Harus bisa tampil dimana saja dengan profesional. Kita buktikan perempuan juga bisa jadi pemimpin,” ujar wartawan Metro TV ini yang menjabat Bendahara umum di organisasi FJPI Sulut ini
Sekretaris FJPI Sulut, Hilda Margareta mengatakansebagai jurnalis bagaimna memberikan edukasi kepada masyarakat melalui tulisan.
Katanya, dalam forum ini terbagi dalam lima bidang yakni organisasi dan kelembagaan, pendidikan dan latihan, kesejahteraan, advokasi, kehumasan.
“Seorang jurnalis adalah seorang intelektual yang mampu memberikan perubahan bagi bangsa, Hidup Jurnalis Perempuan,” jelasnya.
Dihari deklarasi ini juga, FJPI Sulut memperingati hari kesehatan jiwa di Indonesia.(Nancy Tigauw)



















