
Mitra– Seperti yang pernah diungkapkan Gubenur Sulawesi Utara (Sulut) DR Sinyo Harry Sarundajang, saat menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) beberapa waktu lalu, bahwa daerah ini bakal jadi penghasil semen terbesar yang di Indonesia, ternyata bukan isapan jempol belaka.
Pasalnya, tahun depan kucuran dana untuk pengelolaan pabrik sement mulai dilakukan. Sementara, pihak Pemkab Mitra, melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung sepenuhnya daerah ini akan dijadikan penghasil sement terbesar yang ada negara ini. “Sangat mendukung sekali langkah pemprov untuk menjadikan daerah ini, penghasil sement. Itu karena material batu gamping untuk pembuatan sement didaerah ini sangat mendukung,” kata Janjte Loway, selaku Kadis ESDM Mitra.
Dari pantauan CSN, dilokasi penampungan batu gamping, tepatnya di Desa Ratatotok Utara, Kecamatan Ratatotok, memang sangat layak seperti yang disebutkan Gubernur untuk dijadikan pabrik sement terbesar. Dimana, ada sekira ribuan hectare tanah yang berisikan batu gamping dikawasan tersebut.
Terlihat dilokasi itu, sudah ada setumpukan batu gamping yang menurut pengakuan warga setempat, sudah dikelola oleh perushaan untuk dijual kembali. “Memang batu kapur itu, sudah digarap perusahaan PT. Sinar Terang untuk kemudian dijual lagi ke PT. Apossed untuk keperluan perusahaan tersebut,” terang Deki Wewengkang warga setempat.
Diungkapkannya, bahwa perusahaan tersebut sudah beroperasi sejak dari 2008. Dan sampai saat ini perusahaanh tersebut masih beroperasi. “Sejak dari 2008 sudah dikelola oleh perushaan PT Sinar Terang sampai sekarang ini,” jelasnya.
Dijelaskan Wewengkang lagi, bahwa sebelumnya kawasan tersebut sudah pernah diambil sampel sampai ke daerah Gorontalo terkait dengan pengeloaan sement ini. “Meskipun sudah sampai kedaerah Gorontalo, namun batu kapur didaerah ini kwalitasnya lebih tinggi. Jadi, kalau sekarang Mitra akan dijadikan pengasil sement terbesar itu memang wajar. Lantaran sudah berdasarkan penelitian,” ujarnya.
Lagi dijelaskan Wewengkang, batu gamping tersebut selain bisa dijadikan bahan untuk sement, batu itu juga sebagai penetralisir zat kimia seperti adanya limbah perusahaan. “Ya, kegunaan batu itu juga untuk penetralisir limbah yang dihasilkan pabrik,” ujarnya.
Dia berharap, kalau daerah ini akan dijadikan kawasan insdustri sement terbesar di Indonesia, pihak pemerintah bahkan perusahaan dapat memperhatikan akan warga Ratatotok.(alfian tompunu)




















