Diduga ada Korupsi di SMA Kristen 2 Binsus Tomohon

Tomohon – Ratusan juta anggaran terserap di sekolah yang berlebel khusus itu, SMA Kristen 2 Binsus Tomohon. Namun sayang, pada kenyataannya, anggaran yang bersumber dari orang tua siswa dan pemerintah, tidak sebanding dengan fasilitas yang seharusnya dinikmati oleh para siswa dan siswi tersebut. 

Pihak Yayasan A Z R Wenas pun yang notabene penanggungjawab melakukan koordinasi terkesan membiarkan dan tak mau tahu apa yang seharusnya menjadi hak para siswa dan siswi untuk menikmati proses belajar mengajar yang nyaman.

Koordinator Tomohon Coruption Watch (TCW) Steven Lalawi mengatakan, pihak Yayasan A Z R Wenas harus lebih proaktif menyikapi persoalan indikasi penyalagunaan dana pendidikan di SMA Kristen 2 Binsus Tomohon. 

“Pasalnya, dana pendidikan yang terserap selang tahun 2012-2013, baik dana yang berasal dari orang tua sisiwa sebesar Rp3.638.000.000 dan dana bantuan pemerintah sekitar Rp527.985.000 tak sebanding dengan fasilitas belajar mengajar yang harus dinikmati oleh para siswa siswi di sekolah tersebut,” jelas Lalawi.

Lalawi mengatakan juga, apa yang menjadi temuan TCW bahwa, kondisi di sekolah itu tak sebanding dengan dana yang terserap dari dua pos anggaran yang ada, meubeler dan fasilitas perangkat lunak. 

“Sekolah yang berlebel binaan khusus, namun sayangnya fasilitas yang ada sungguh memiriskan. Sekolah sebagai sarang pendidikan, jangan menjadi sarang korupsi dan kepentingan oknum-oknum yang mencari keuntungan secara pribadi,” tegas Lalawi.

Begitupun ditambahkan tokoh pemerhati pendidikan Tomohon, Jhon Paransi mengatakan, Yayasan A Z R Wenas harus bertanggungjawab dan kalau perlu melakukan audit sekolah dibawa naungan Yayasan A Z R Wenas. 

“Pihak Yayasan jangan tutup mata dengan persoalan itu, karena prinsip sekolah Yayasan yang ekonomi kuat membantu yang lemah,” terang Paransi menegaskan, pihak Yayasan harus bikin penertiban administrasi keuangan.

Tinggalkan Balasan