Manado – Tahun 2015 merupakan tahun politik, di mana sejumlah daerah melakukan pemilihan kepala daerah, termasuk di Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di Kota Manado.
Namun ternyata, dampak dari Pilkada tersebut sangat besar. Disinyalir, untuk mengamankan kursi pemerintahan penguasa di Kota Manado, sejumlah pejabat pun diganti.
Salah satu contoh terlihat di sejumlah sekolah. Di mana para kepsek yang diduga bersebelahan dengan pemerintah saat ini yang akan melakukan pencalonan periode keduanya pun kena dampaknya.
Contohnya d ibeberapa sekolah besar yakni, SMAN 1 Manado, yang dipimpin oleh Drs Djeky Kojo tergeser. Begitu pun dengan SMK 1 Manado dan juga sejumlah sekolah lainnya.
Yang anehnya, pergantian tersebut dilakukan pada akhir bulan Desember 2014, di mana tepatnya pada liburan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan kota Manado, Corry Tendean yang beberapa waktu lalu dimintai keterangan sebelum dilakukan rolling tersebut mengatakan, pergantian kepsek yang akan dilakukan pada bulan Desember hanya untuk melakukan penyegaran. Dan hal ini pun sudah biasa dilakukan untuk pengembangan sekolah tersebut.
“Akan ada rolling dalam waktu dekat. Namun hal ini hanya untuk penyegaran saja,”katanya beberapa waktu lalu.
Lanjutnya, jabatan kepsek hanya titipan saja atau tugas tambahan, jadi tidak ada yang abadi.
“Ini kan hanya sebuah kepercayaan saja, jadi kalau diganti itu merupakan hal yang biasa saja,”tutupnya.(Ay)




















