Manado – Anggota DPRD Kota Manado, Jumat (3/10), sekitar pukul 15.00 WITA, menggelar rapat bersama Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Tata Kota dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) membahas adanya anggaran untuk proyek solar cell berbanrol Rp 10 miliar yang dinilai bermasalah.
Rapat yang digelar di ruang Toar Lumimuut Pemkot Manado itu, para legislator yang dipimpin Richard Sualang dan Danny Sondhak, mempertanyakan adanya masalah yang ditimbulkan dari buku perda APBD 2014 yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang tidak dicantumkannya tandatangan Walikota dan paraf di setiap lembarnya serta adanya proyek solar cell yang dinilai belum tercantum dalam anggaran APBD 2014.
“Itu kan pelanggaran. Kenapa tandatangan dan parafnya hanya dibagian depan dan belakang, sedangkan dibagian tengahnya tidak memiliki paraf dan tandatangan. Ini kan aneh. Nama Walikota disebutkan tapi tidak ada parafnya,” kata para legislator melontarkan pertanyaan kepada kepala dinas dan kepala badan yang mengikuti rapat.
Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, Raynaldo Heydemans mengatakan temuan itu akan dilaporkannya ke pihak yang berwajib, karena dinilai sebagai pelanggaran hukum. Selain itu, Stenly Tamo mengatakan, buku APBD 2014 yang diterimahnya dinilai cacat administrasi. Karena tidak ditemukannya tandatangan dan paraf dari Walikota di tiap lembar buku APBD 2014.(jenglen manolong)




















