Manado – Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT) yang sebelumnya diinformasikan batal diikuti 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Sulawesi Utara. Akhirnya Pusat Penelitian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbudayaan) memutuskan dua sekolah di Sulut yang akan mengikuti UN CBT.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Dinas Pendidikan Nasional (Dknas) Sulut Christian Sumampouw SH MEd, Rabu (08/04/2015).
“Berbagai upaya yang dilakukan oleh Diknas Sulut, maka dua sekolah di Sulut diberikan kesempatan untuk menjalankan UN CBT yakni SMKN 1 Manado dan SMKN 2 Manado.
Sedangkan ketujuh sekolah tidak diberikan kesempatan Sumampouw menuturkan belum mengetahui persis kendala.
“Mengapa hanya dua sekolah yang menerapkan UN CBT, apakah masalah dana atau masalah lainnya kami belum paham juga. “Diknas telah berupaya sehingga dua sekolah yang diperbolehkan,”terang Mantan Kabag Humas Pemprov.
Sementara adanya hal ini, ahkirnya kedua sekolah tersebut sudah mengikuti simulasi tentang UN CBT oleh Puspendik kemarin.
Terpisah, Kepala SMKN 1 Manado, Drs Moodie Lumintang mengatakan, 566 siswa kelas XII peserta UN siap untuk menjalankan UN baik dengan sistem CBT atau sistem Paper Based Test (PBT).
“Pada dasarnya kami siap, karena sebelumnya siswa juga sudah dilatih untuk mengikuti UN CBT ataupun UN PBT,”tuturnya.
“Sedangkangkan saat menjalankan simulasi UN CBT dari Puspendik, tidak ditemui kendala apapun. Dimana dalam uji coba menyiapkan 200 unit komputer dengan satu server induk dan lima server pendukung, lima ruangan yang nantinya UN CBT akan diterapkan lima sesi,”tutupnya.(tian)




















