Manado – Kegiatan ekspor non migas pada bulan Juli 2013 lalu nilai ekspor (non migas) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencapai US$ 97,5 juta atau mengalami peningkatan yang signifikan yakni naik sekitar 216,4 persen dibandingkan ekspor bulan sebelumnya.
“Begitu juga bila dibandingkan Juli 2012 dengan nilai sebesar US$ 70 juta, ekspor juga mengalami peningkatan sebesar 39,3 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faizal Anwar.
Ditambahkannya, secara kumulatif nilai ekspor Sulut pada Januari-Juli 2013 mencapai US$ 447,4 juta atau mengalami penurunan 32,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya denga nilai sebesar US$ 660,4 juta.
Peningkatan terbesar ekspor Juli 2013 dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi pada komoditi lemak dan minyak hewan/nabati yang naik sebesar US$ 51,4 juta.
“Kemudian disusl daging dan ikan olah dan ikan dan udang yang masing-masing naik sekitar US$ 8,1 juta dab US$ 4,3 juta. “Kalau untuk penurunan ekspor terbesar, yakni terjadi pada komoditi bahan kimia yang turun sebesar US$ 1,2 juta. Lalu kayu dan berbagai produk kimia yang masing-masing turu sebesar US$ 0,6 juta dab US$ 0,3 juta,” bebernya.
Sementara ekspor ke Jerman dan Vietnam pada periode Januari-Juli 2013 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengalami peningkatan masing-masing sebesar US$ 8,7 juta dan US$ 8,6 juta. “Sedangkan ekspor yang mengalami penurunan terbesar adalah ke Belanda, yakni turun signifikan sebesar US$ 105,7 juta, lalu ke Cina dan Korea Selatan yang masing-masing turun sekitar US$ 41,3 juta dan US$ 23,3 juta,” jelasnya.
Menurut sektornya, ekspor Sulut pada periode Janauri-Juli 2013 didominasi komiditi sektor industri dengan nilai US$ 438,7 juta atau mengusai 98 persen. “Sisanya adalah komoditi pertanian dan hasil tambang sekitar US$ 8,7 juta atau hanya 2 persen,” pungkasnya.(Nancy tigauw)




















