Faked Unsrat Tak Terima Mahasiswa Jalur T2

Manado – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tak menerima satu pun calon mahasiswa Fakultas Kedokteran (Faked) yang mendaftar melalui program Tumou Tou atau T2. Alasannya, tak satu pun calon mahasiswa memenuhi standar kelulusan atau passing grade yang ditetapkan.

Kepada wartawan di Rektorat Unsrat, Senin (4/8/2014), Rektor Ellen Kumaat mengatakan, tercatat 700 pelamar Faked. Semuanya dinyatakan tak lulus meski standar kelulusan ideal sudah diturunkan hingga nilai 65.
“Saya pribadi mengharapkan passing grade 80 nilainya. Tetapi yang ada sekarang semua di bawah 50. Saya turunkan 80, 75, hingga 65 tetapi tidak ada yang mencapai. Kami mengharapkan para mahasiswa kedokteran adalah yang the best, tetapi ada yang lulus,” jelas dia.
Kriteria yang ditetapkan, lanjut Ellen, sudah menjadi komitmen bersama yang dirapatkan dan disetujui. Keputusan tersebut disambut gembira karena ingin kualitas mahasiswa yang terbaik. Pasalnya, para mahasiswa yang lulus nanti akan berhadapan dengan nyawa manusia.
Karena tak ada yang memenuhi standar yang sudah diturunkan tersebut, lanjut Ellen, pihaknya memutuskan tak menerima mahasiswa dari program T2.
Kata dia, tahun ini Faked Unsrat akan diisi 100 calon mahasiswa baru. Jatah tersebut ditentukan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan akreditasi dan uji kompetensi. Faked Unsrat sendiri nilai akreditasinya B dan uji kompetensinya di bawah 50 persen.
Jatah 100 mahasiswa tersebut, kata dia, memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang pernah mencapai 300 hingga 400 mahasiswa. Dari jumlah 100 tersebut, sebanyak 88 calon mahasiswa diambil dari hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Adapun dari program T2 diharapkan diterima sebanyak 12 mahasiswa.
“Tidak perlu mafia apapun. Siapa yang lulus tes itu yang kita akomodir. Tidak ada yang mengatakan masuk kedokteran bayar ini, kuitansi ini, agar mulus masuk kedokteran. Untuk tahun ini tidak ada seperti itu, tidak ada satupun,” tegas Ellen.
Mengenai posisi Dekan Faked, Ellen mengatakan masih ditangani Musliar Kasim, Wakil Mendikbud yang juga mantan Pelaksana Tugas Rektor Unsrat. Adapun dirinya masih akan memproses masalah-masalah yang terjadi di Unsrat seperti yang belum wisuda. “Secepatnya ada Dekan Kedokteran,” tuturnya.
Kata dia, program T2 dan Dekan Kedokteran merupakan hal yang menjadi prioritasnya setelah dilantik sebagai rektor. Ia berharap permasalahan tersebut dapat terselesaikan. “Ini seperti piring kotor yang harus diselesaikan, tidak mungkin piring kotor ini akan bersih semua sekejap, perlahan-lahan akan bersih. Saya baru masuk kerja,” ungkapnya.(tmc/eve)

Tinggalkan Balasan