
Bitung– Pelaksanaan festival Minaesa 2013, yang memperlombakan tarian Maengket dan musik kolintang tingkat nasional, mulai Jumat (22/11) kemarin, berlangsung sukses.
Kegiatan yang dibuka oleh walikota Hanny Sondakh tersebut, diikuti oleh puluhan peserta, baik tingkat SD, SMP, SMA dan umum, yang datang dari berbagai penjuru.
Menurut ketua panitia pelaksana, Julius Ondang SPd MSi, kegiatan ini dilakukan dalam rangka hut Minahasa pada 5 November lalu, mengingat Bitung bagian dari tanah Minahasa, yang terpisah oleh karena pemekaran wilayah pemerintahan.
“Makanya kami mengusung tema, Terpisah karena administarasi, tapi bersatu dalam budaya,” ujar Ondang.
Sementara itu, panitia pengarah, Drs Arnold Karamoy dan Ir Maurits Mantiri didampingi Fabian Kaloh, SIP MSi mengatakan, pada Minggu, (24/11) mendatang, akan dilaksanakan pegelaran adat Minahasa, serta pemecahan rekor MURI, makan didaun pisang terpanjang.
Walikota Hanny sondakh dalam sambutannya mengatakan, kegiatan festival ini sangat baik, dan pemkot sangat mendukung, karena ini merupakan bagian dari pelestarian budaya asli Minahasa.
“Ini sangat baik. Makanya ke depan ini harus terus dilaksanakan, dan bila perlu akan dijadikan sebagai agenda tetap Pemkot Bitung tiap tahun,” kata Sondakh dihadapan ribuan orang yang memadati ruang paripurna DPRD kota Bitung, tempat acara berlangsung.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga datang dari salah satu pengurus Persatuan Insan Kolintang (Pinkan) pusat, Drs Jopy Rori, SH MH.
“Festival Minaesa ini sangat baik, tentunya kami berharap terus dilakukan secara berkelanjutan, sebagai bagian dari pelestarian budaya kita. Apalagi kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat Bitung khsusunya dan Sulut umumnya,” kata Rori.
Lanjut dikatakannya, pihaknya berharap kabupaten dan kota lainnya di Sulut giat melaksanakan lomba seperti ini, karena selain untuk pelestarian budaya, juga kolintang sudah disulkan ke Unesco, yakni badan PBB. (Hezky)




















